UEFA bersiap secara resmi mencabut ancamannya untuk memboikot kompetisi-kompetisi FIFA setelah melewati periode gesekan yang sangat intens antara dua badan pengatur tersebut. Keputusan ini muncul setelah para pemimpin Eropa menerima jaminan tegas bahwa rencana kontroversial Gianni Infantino yang kini telah gagal, yakni menjual hak-hak Piala Dunia kepada investor swasta, tidak akan dihidupkan kembali.
Jaminan memicu gencatan ketegangan
Badan pengatur sepak bola Eropa itu diperkirakan akan secara resmi mundur dari ambang perpecahan bersejarah dengan FIFA dalam pertemuan federasi-federasi anggotanya di Monako pada Kamis ini. Pertemuan yang digelar menjelang undian Liga Champions itu kemungkinan akan membuat anggota UEFA memberikan suara untuk mengakhiri ancaman boikot yang selama berminggu-minggu membayangi sepak bola internasional, menurut seseorang yang mengetahui usulan tersebut dan berbicara pada Rabu.
Penyelesaian konflik ini menjadi kelegaan besar bagi sepak bola dunia, karena membuka jalan bagi sejumlah negara papan atas untuk tampil di turnamen-turnamen mendatang tanpa bayang-bayang penarikan diri karena alasan politik. Secara khusus, hal ini memastikan enam tim Eropa dapat melanjutkan persiapan akhir mereka untuk Piala Dunia Wanita U-20 FIFA, yang dijadwalkan dimulai pada 5 September di Polandia.
Runtuhnya rencana senilai $20 miliar
Ketegangan mencapai titik didih bulan lalu ketika rincian muncul mengenai rencana ambisius Infantino untuk membentuk anak perusahaan senilai $20 miliar guna mengendalikan hak-hak komersial FIFA, termasuk Piala Dunia. Entitas yang diusulkan itu, yang kabarnya bernama FIFA Forward Enterprise, direncanakan 20% dimiliki oleh konsorsium investor swasta yang dipimpin sebuah dana berbasis di New York.
Di bawah tekanan besar, presiden FIFA itu dipaksa membatalkan proposal tersebut hanya dalam waktu empat hari setelah pengungkapan publiknya. Namun, UEFA tetap skeptis dan menuntut jaminan resmi bahwa pemisahan usaha itu tidak akan diberi merek baru atau diajukan kembali dalam bentuk yang sedikit diubah di masa depan. “UEFA kemudian mengatakan mereka menginginkan jaminan bahwa pemisahan usaha itu, yang akan disebut FIFA Forward Enterprise, tidak akan diajukan dalam bentuk lain. Jaminan itu kini telah diterima,” kata sumber tersebut.
Infantino menghadapi tantangan kepemimpinan
Meski permusuhan langsung mulai mereda, hubungan antara Infantino dan para pemimpin Eropa tetap tegang. Pada 1 Agustus, UEFA secara terbuka menyatakan tidak memiliki kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino, sebuah langkah yang secara luas ditafsirkan sebagai tembakan pembuka dalam upaya menghalangi pencalonan kembali dirinya tahun depan. Menegaskan keretakan yang kian dalam itu, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pada Rabu mengeluarkan pernyataan yang secara resmi menarik dukungannya terhadap presiden FIFA yang sedang berada di bawah tekanan tersebut, sekaligus menegaskan komitmennya untuk sejalan dengan UEFA dan mitra-mitra Eropa dalam mendorong model sepak bola yang berakar pada merit, keberlanjutan, dan fokus pada suporter.
Dampak dari rencana investor itu tak terbantahkan telah merusak posisi Infantino di mata para konstituen terkuatnya. Jadwal untuk pemilihan mendatang juga sudah ditetapkan, dengan tenggat 18 November bagi para kandidat untuk masuk ke kontestasi pemilihan presiden. Pemungutan suara final dijadwalkan berlangsung empat bulan kemudian dalam Kongres FIFA di Rabat, Maroko.
Fokus kembali ke lapangan
Bagi para pemain dan pelatih yang terlibat dalam tim-tim internasional Eropa, berakhirnya ancaman boikot memberikan kejelasan yang sangat dibutuhkan. Bersama kekuatan besar Prancis dan Spanyol, negara-negara Inggris, Italia, Portugal, serta tuan rumah turnamen Polandia kini dapat sepenuhnya memusatkan perhatian pada Piala Dunia Wanita U-20.
Setelah turnamen U-20 tersebut, agenda berikutnya di Eropa yang berada di bawah pengelolaan FIFA adalah playoff kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027, yang berlangsung pada 9-13 Oktober. Sementara itu, kualifikasi Eropa untuk Piala Dunia putra berikutnya belum dijadwalkan dimulai sampai 2029.