KONDISI Armada Damkar Pasangkayu Bocor-bocor Air Habis Sebelum Padamkan Api
Ilham Mulyawan August 27, 2026 02:05 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat saat ini hanya memiliki satu unit Armada pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk melayani penanganan kebakaran di wilayah tersebut.

Sebenarnya, Damkar Pasangkayu memiliki dua unit armada pemadam kebakaran. 

Baca juga: Isu Perpecahan Koalisi Menguat Persoalan Calon Wagub Sulbar, SDK: Wallahualam!

Baca juga: Pemkab Pasangkayu Gelar Rapat Lintas Sektor Antisipasi Bencana Kemarau dan Karhutla

Tetapi satu unit tidak lagi dapat dioperasikan karena mengalami kerusakan.

"Saat ini kami hanya memiliki satu armada yang bisa digunakan. Itu pun kondisinya sudah tidak maksimal karena mengalami kebocoran pada beberapa bagian pipa," ujar Kepala Dinas Damkar Pasangkayu, Syamsuddin Noor saat ditemui, Kamis (27/8/2026).

Kebocoran tersebut menyebabkan air terus menetes saat kendaraan diparkir maupun ketika menuju lokasi kebakaran.

Akibatnya, kapasitas air dalam tangki tidak lagi sesuai dengan daya tampung maksimal.

"Kapastitas tangki armada kami sekitar 3.000 liter. Namun ketika berangkat menuju lokasi kebakaran, jumlah air yang tiba tidak lagi 3.000 liter karena ada yang keluar akibat kebocoran," katanya.

Kondisi tersebut membuat petugas kerap harus menambah pasokan air terlebih dahulu sebelum melakukan pemadaman.

Syamsuddin mengaku pihaknya sangat membutuhkan peremajaan armada untuk mendukung pelayanan penanganan kebakaran yang lebih maksimal.

Terdampak Efisiensi Anggaran

Setiap tahun, usulan pengadaan armada pemadam sebenarnya telah diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pokok.

Namun, rencana pengadaan tersebut belum dapat direalisasikan karena terdampak kebijakan efisiensi anggaran.

"Beberapa waktu lalu sempat ada rencana pengadaan armada, tetapi karena efisiensi anggaran akhirnya tidak jadi terlaksana," ungkapnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Bupati Pasangkayu terkait kebutuhan armada tersebut.

Menurut Syamsuddin, Bupati meminta agar Damkar kembali mengajukan proposal pengadaan sebagai bahan pertimbangan pada pembahasan anggaran berikutnya.

Selain peremajaan armada pemadam, Damkar Pasangkayu juga membutuhkan satu unit mobil rescue dan satu unit truk tangki water supply untuk mendukung operasional di lapangan.

Meski menghadapi keterbatasan sarana, Syamsuddin menilai kolaborasi lintas sektor bersama perusahaan-perusahaan yang ada di Pasangkayu dalam penanganan kebakaran sudah berjalan cukup baik.

Kerja sama tersebut membantu Damkar memenuhi target waktu respons menuju lokasi kejadian.

"Alhamdulillah, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan, sudah cukup baik sehingga kami masih bisa memenuhi target tiba di lokasi kebakaran dalam waktu 15 menit," tuturnya. (*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.