SURYA.co.id, MALANG - Semangat nahdliyin Malang Raya dalam menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) begitu terasa.
Sebanyak 70 pemotor yang tergabung dalam rombongan bikers NU Malang Raya resmi "ladub" atau berangkat menuju lokasi Muktamar di Jombang, Kamis (27/8/2026) pagi.
Titik keberangkatan dipusatkan di halaman Kampus Universitas Islam Malang (Unisma). Pelepasan rombongan ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno.
Membawa atribut bendera Merah Putih dan lambang kebesaran NU, para peserta nampak antusias menuju Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, yang menjadi pusat kegiatan akbar tersebut.
Ketua Panitia rombongan, Junef, mengungkapkan bahwa puluhan bikers ini berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian acara Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
"Iya kita akan mengikuti jalannya Muktamar sampai selesai," terang Junef saat ditemui di lokasi keberangkatan.
Ia menambahkan, antusiasme peserta sangat tinggi terlihat dari persiapan teknis yang dilakukan jauh-jauh hari. "Kita ada 70 motor, persiapan sudah dilakukan sejak dua minggu lalu," tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana kekeluargaan yang kental. Banyak bikers yang turut mengajak istri dan anak-anak mereka dalam perjalanan ini. Kondisi kendaraan pun dipastikan prima, bahkan beberapa motor dimodifikasi khusus dengan ornamen khas NU.
Junef berharap, kehadiran mereka di Muktamar dapat membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa. "Kita berharap biar Indonesia damai, terus bisa menjadikan kedepannya pahlawan-pahlawan kita, generasi kita lebih maju," jelasnya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutannya memberikan apresiasi sekaligus pesan khusus bagi para pengendara. Ia menekankan pentingnya keselamatan berkendara di sepanjang jalur menuju Jombang.
"Kami harap nantinya rombongan di jalan dapat tertib berlalu lintas. Tidak hanya itu, saat lelah kami harap untuk beristirahat," pesan Wahyu.
Wahyu juga mengingatkan para bikers bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar perjalanan kelompok bermotor biasa, melainkan memiliki nilai spiritual yang tinggi.
"Ini bukan touring atau konvoi biasa tapi ini soal perjalanan ibadah," tegas Wahyu.
Pemerintah Kota Malang berharap seluruh rombongan dapat menempuh rute perjalanan dengan lancar, mengikuti aturan lalu lintas, dan kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan sehat dan selamat. (Purwanto/Surya.co.id)