TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sebanyak 270 pekerja PT Berkah Sawit Utama (BSU) menggelar aksi damai di Polres Batang Hari. Kedatangan para pekerja untuk meminta Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan pihak kepolisian menengahi konflik lahan yang kian berdampak pada mata pencaharian serta keberlangsungan hidup keluarga mereka, Kamis (27/8/2026)
Pantauan Tribunjambi.com, massa tiba menggunakan rombongan armada yang terdiri dari delapan bus dan satu mobil pribadi.
Awalnya ada 10 bus yang disiapkan untuk mengangkut sekitar 270 pekerja dari PT BSU 1, 2, 3, dan 4. Namun, 2 unit bus mengalami kerusakan di jalan.
Serikat pekerja dan karyawan PT BSU tiba di Polres Batanghari sekitar pukul 11.30 WIB.
Mereka langsung menyampaikan orasi dan aspirasi di halaman depan Polres Batanghari.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi menegaskan kedatangan mereka bukan atas nama perusahaan maupun pihak yang bersengketa secara hukum, melainkan murni dorongan keresahan para pekerja.
"Kami tidak tahu-menahu soal urusan sengketa tanah atau keputusan MA. Kami datang murni sebagai pekerja yang khawatir akan nasib pekerjaan dan masa depan anak-anak kami yang sekolah di sana," ujar Korlap dalam orasinya di hadapan jajaran Polres Batang Hari.
Para pekerja mengkhawatirkan dampak benturan konflik hukum tanah tersebut dapat memutus mata pencaharian mereka sekaligus mengganggu fasilitas pendidikan anak-anak mereka di dalam kawasan.
Oleh karena itu, massa mendesak Polres dan Pemkab Batang Hari segera turun tangan menjembatani mediasi antarpihak yang bersengketa agar tercipta kepastian dan situasi yang kondusif.
Tampak Wakapolres Batanghari dan tim menyambut dan menyimak orasi mereka.
Setelah sekitar 45 menit menyampaikan orasi, ketua dan perwakilan serikat dan karyawan PT BSI sebanyak 10 orang diundang masuk ke kantor Polres Batanghari.
Mereka diajak untuk berdialog dengan pihak Polres serta Dinas Ketenagakerjaan Batanghari.
Sementara peserta aksi lainnya menunggu di luar sambil beristirahat, salat, dan makan siang.
Setelah itu, para peserta aksi pulang ke lokasi awal keberangkatan, yakni di rumah ketua serikat pekerja dan karyawan. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Surat Ratusan Murid SD di Batanghari untuk Prabowo, Mereka Adukan Nasib ke Presiden
Baca juga: 2 Aturan Baru BGN Soal MBG - ASN SPPG Masuk Jam 2 Pagi, Guru Wajib Cicipi Menu MBG