Suasana Duka Selimuti Pemakaman Marsella Parioh, Mahasiswi Unisan Gorontalo Dikebumikan Hari Ini
Fadri Kidjab August 27, 2026 03:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Jenazah Marsella Parioh alias Adel (20), mahasiswi Universitas Ichsan Gorontalo, telah dikebumikan di Desa Pondan, Kecamatan Mantoh, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (28/8/2026).

Menurut kerabat Adel, Liberty Yonathan Magelo atau Bili (24), jenazah diberangkatkan dari Gorontalo dan tiba di rumah duka pada Rabu (26/8/2026) malam. 

Proses pemakaman kemudian dilangsungkan pada pukul 08.00 Wita.

"Tadi pagi jam 8 pemakaman jenazah," ujar Liberty saat dihubungi TribunGorontalo.com via WhatsApp pukul 13.51 Wita.

Pria akrab disapa Bili itu menyebut jenazah Adel diberangkatkan dari Gorontalo pada sore hari dan tiba di rumah duka sekira pukul 22.00 Wita, Rabu (26/8/2026).

Kedatangan jenazah disambut pihak keluarga dengan doa bersama serta prosesi keagamaan. 

"Ramai sekali kampung tadi malam," ungkap Bili.

Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga besar Susanto Parioh dan Erni johan Sosinggih, yang dihadiri oleh kerabat serta warga sekitar.

Pihak keluarga berharap Adel mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Marsella Parioh Meninggal Dunia

MAHASISWA MENINGGAL - Kolase foto Marsella Parioh, mahasiswi Unisan Gorontalo yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos, Kelurahan Dulalowo Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (25/8/2026).
MAHASISWA MENINGGAL - Kolase foto Marsella Parioh, mahasiswi Unisan Gorontalo yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos, Kelurahan Dulalowo Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (25/8/2026). (TribunGorontalo.com)

Baca juga: Curhatan Marsella Parioh sebelum Meninggal di Indekos Gorontalo, Sempat Niat Berhenti Kuliah

Marsella Parioh  (20) ditemukan tak bernyawa di kamar indekosnya di Kelurahan Dulalowo Timur, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (25/8/2026).

Sebelumnya, Senin (24/8/2026), Adel mendadak tak dapat dihubungi oleh keluarganya sekira pukul 11.00 Wita.

"Itu sampai malam, ditelepon terus tidak diangkat. Biasanya  langsung diangkat," ucap Bili.

Mendapati kejanggalan tersebut, pihak keluarga meminta bantuan kepadanya untuk menghubungi rekan yang berada di Gorontalo.

"Dorang minta tolong, kalau ada nomor orang yang dikenal, hubungi Adel," ungkap alumnus Unisan Gorontalo itu.

Sekira pukul 08.00 Wita, pihak keluarga akhirnya berhasil menghubungi pemilik indekos tempat Adel menginap.

Pemilik indekos yang mengetahui kejadian itu pun berinisiatif  untuk mengecek kondisi kamar korban. 

"Pas di kos, dia (pemilik kos) bilang ada tidur-tidur ini," katanya.

"Torang bilang coba kasih bangun akan, sapa tahu ada terjadi apa-apa," lanjut Bili.

Ketika akhirnya pintu kamar terbuka, penghuni indekos melihat Adel yang tengah berbaring.

Namun, setelah disentuh, mereka baru menyadari bahwa korban sudah terbujur kaku.

"Pas dia buka, so kaku. So tidak merespon," jelas Bili.

Mengetahui sang anak telah tiada, orang tua Adel sontak menangis.

Sosok Adel

MAHASISWA MENINGGAL - Kolase foto Marsella Parioh semasa hidupnya. Marsella alias Adel ditemukan meninggal di kamar indekosnya. (Sumber: Tangkapan layar Facebook)
MAHASISWA MENINGGAL - Kolase foto Marsella Parioh semasa hidupnya. Marsella alias Adel ditemukan meninggal di kamar indekosnya. (Sumber: Tangkapan layar Facebook)

Baca juga: 6 Fakta Mahasiswi Unisan Gorontalo Meninggal di Indekos: Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Bili mengenal Adel sebagai orang yang ceria dan baik hati.

"Orangnya baik, ceria," katanya.

Marsella Parioh merupakan mahasiswi semester III Teknik Informatika Universitas Ichsan Gorontalo.

Gadis kelahiran 2006 tersebut berasal dari Desa Pondan, Kecamatan Mantoh, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. 

Berdasarkan pengamatan TribunGorontalo.com di lokasi kejadian sekitar pukul 12.00 Wita, garis polisi telah terpasang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). 

Aktivitas di indekos  juga terlihat berbeda dari biasanya. Beberapa penghuni indekos berkumpul di sekitar area kos.

Mobil polisi serta Tim Inafis Polresta Gorontalo Kota terlihat sudah terparkir di lokasi sejak pukul 11.40 Wita.

Suasana sempat dipenuhi rasa penasaran dari warga dan penghuni indekos yang ingin mengetahui kejadian sebenarnya.

Salah seorang teman kos korban mengaku tidak terlalu akrab dengan Marsella. 

"Kalau dengan saya tidak terlalu akrab. Tapi sering lihat korban lalu-lalang," kata salah seorang penghuni kos kepada TribunGorontalo.com, Selasa.

Informasi mengenai kondisi Adel pertama kali diketahui setelah pihak keluarga merasa khawatir.

Kapolsek Kota Tengah Ipda Danny Anugrah Musa membenarkan bahwa Adel sudah sehari tidak memberikan kabar kepada keluarganya. 

Kondisi tersebut membuat pihak keluarga meminta pemilik kos untuk mengecek kamar korban.

"Korban sudah sehari tidak ada kabar, akhirnya pihak orangtua meminta pemilik kosan untuk mengecek langsung kamarnya," ujar Danny saat diwawancarai di lokasi, Selasa (25/8/2026).

Pemilik indekos lantas mendatangi kamar Adel. Saat itu, pintu kamar dalam kondisi tertutup rapat, sehingga pemilik kos mengambil tindakan dengan mendobraknya. 

Setelah pintu terbuka, Adel ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak dan tak bernyawa. 

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. 

Petugas Polsek Kota Tengah segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban dan TKP.

Dari pemeriksaan awal, polisi belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Danny juga menyebutkan bahwa tidak ditemukan obat-obatan di lokasi kejadian.

"Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan obat-obatan yang dikonsumsi," jelas Danny. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.