Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Mekanisme pemilihan dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) 2026 masih menunggu hasil rapat pleno yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus 2026.
Sekretaris PCNU Kabupaten Pangandaran, Fuad Husen, mengatakan pembahasan mengenai mekanisme pemilihan menjadi satu agenda yang dinantikan dalam pelaksanaan Muktamar NU di Pondok Pesantren Darul Ulum (Rejoso), Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Fuad bersama rombongan PCNU Kabupaten Pangandaran telah bertolak menuju Jombang pada Rabu (26/8/2026) sore.
Menurut Fuad, keputusan apakah pemilihan dilakukan melalui mekanisme Ahwa (Ahlul Halli wal Aqdi) atau pemilihan secara langsung akan ditentukan melalui pembahasan dalam pleno.
"Pleno itu sekitar tanggal 30 Agustus 2026 yang diikuti dari seluruh komisi. Proses pemilihannya apakah langsung atau apa, tergantung tanggal 30 besok," ujar Fuad dihubungi Tribun melalui WhatsApp, Kamis (27/8/2026) pagi.
Baca juga: Tokoh Agama Pangandaran Tolak Hibah Tanah 30 Hektare untuk ISBI Bandung
Ia memprediksi pembahasan mengenai mekanisme pemilihan akan berlangsung dinamis.
Karena, terdapat dua pandangan besar yang berkembang di internal NU, yakni kelompok yang mendorong mekanisme Ahwa dan kelompok yang menginginkan pemilihan secara langsung.
"Saya prediksi akan ramai karena dua kutub besar. Karena ada pemilihan dari Ahwa dan ada pemilihan yang langsung," katanya.
Meski terdapat perbedaan pandangan, Fuad menegaskan PCNU Kabupaten Pangandaran akan mengikuti keputusan resmi yang dihasilkan dalam forum Muktamar NU.
"Apapun yang terjadi, dari Pangandaran itu sami'na wa atha'na. Mengikuti dari atas hasil kesepakatan," ucap Fuad.
Ia menilai perbedaan pendapat dalam forum NU merupakan hal yang biasa. Perdebatan itu merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan organisasi.
Namun setelah keputusan ditetapkan, seluruh struktur NU diharapkan dapat menerima dan menjalankan hasil kesepakatan tersebut.
"Yang saya lihat di NU itu yang ramai hanya di meja perdebatan. Kalau sudah clear, itu disepakati dan akan ditaati," ujarnya.
Selain mekanisme pemilihan, Fuad berharap kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang dapat lebih memahami kondisi dan kebutuhan warga NU di tingkat bawah.
Menurutnya, pengurus PBNU tidak hanya harus mampu menjalankan organisasi secara struktural, tapi juga mampu membawa seluruh elemen NU agar tetap solid.
"Di samping PBNU yang mampu membawa gerbong dan memahami keadaan di bawah," kata Fuad.
Diketahui, Muktamar ke-35 NU 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Darul Ulum (Rejoso), Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.(*)