Pria Bawa Golok Diamuk Massa di Demo DPR, Polisi Turun Tangan Selamatkan Nyawanya
Feryanto Hadi August 27, 2026 05:17 PM

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG -- Kericuhan terjadi di tengah aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Sejumlah massa aksi terlibat keributan dengan seorang pria tak dikenal yang diduga berusaha memprovokasi peserta aksi.

Situasi sempat memanas setelah pria tersebut berteriak menolak rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang disebut ditargetkan pada Desember 2026.

Pria tersebut mempertanyakan waktu pengesahan yang dinilainya terlalu lama.

Teriakannya kemudian memancing perhatian massa yang berada di sekitar lokasi.

Peristiwa itu terjadi tak lama setelah Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, turun dari mobil komando.

Baca juga: Pengamanan Demo di DPR RI, Ribuan Brimob Bersiap di Kolong Flyover JCC

Sebelumnya, Botok menyampaikan hasil audiensi dengan pimpinan DPR RI mengenai tuntutan massa terkait perampasan aset para koruptor.

Saat suasana massa masih berkumpul dan menyimak perkembangan aksi, pria yang mengenakan helm tersebut tiba-tiba berada di tengah kerumunan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pria itu kemudian melempar botol air mineral ke arah rombongan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade.

Aksi tersebut langsung mendapat respons dari massa.

Sejumlah peserta aksi kemudian melempari pria tersebut menggunakan botol air mineral. Kericuhan pun tidak terhindarkan.

Situasi semakin tegang ketika pria tersebut diketahui membawa senjata tajam jenis golok.

Golok tersebut sempat dikeluarkan dari sarungnya? Wait user says not drawn. Need preserve: "sempat mengeluarkan senjata tajam jenis golok. Kendati tidak mencabut dari sarungnya." We'll correct.

Meski tidak sampai mencabut golok dari sarungnya, keberadaan senjata tajam itu membuat massa semakin emosi. Golok tersebut kemudian diamankan oleh sejumlah peserta aksi.

Pria itu kemudian menjadi sasaran amukan massa. Beberapa orang terlihat melayangkan bogeman mentah ke arahnya hingga helm yang dikenakannya terlepas.

Kericuhan tersebut berlangsung di tengah kepadatan massa aksi. Beruntung, aparat kepolisian segera bergerak untuk mengamankan pria tersebut dari kerumunan.

Polisi kemudian membawa pria itu ke lokasi yang lebih aman guna mencegah terjadinya aksi kekerasan yang lebih parah.

Hingga pria tersebut berhasil dievakuasi, massa masih terlihat memadati kawasan depan Gedung DPR RI.

Ribuan Brimob Bersiaga di Kolong Flyover JCC

Sementara itu, pengamanan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI diperketat aparat kepolisian.

Pada Kamis sore, akses di kolong flyover Jakarta Convention Center (JCC) yang mengarah ke Gedung DPR RI diblokade polisi sehingga kendaraan tidak dapat melintas menuju kawasan tersebut.

Kendaraan dari arah Polda Metro Jaya dialihkan dan diarahkan untuk berbelok menuju Pintu 10 Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Di bawah flyover, ribuan personel Brimob Polda Metro Jaya terlihat bersiaga bersama sejumlah kendaraan taktis.

Para personel tampak duduk di badan jalan sambil menunggu instruksi dari komandan terkait langkah pengamanan berikutnya.

Personel Brimob juga telah dilengkapi perlengkapan pelindung badan dan membawa senjata gas air mata. Sementara itu, tameng pengamanan diletakkan di sekitar trotoar.

Meski jumlah personel cukup besar, hingga sore hari mereka masih bertahan di bawah flyover dan belum bergerak mendekati Gedung DPR RI.

Di sekitar barisan aparat, ribuan orang juga terlihat berkumpul. Mereka terdiri dari berbagai kelompok usia dan sebagian terlihat merekam situasi menggunakan telepon seluler.

Sejumlah massa yang berada di sekitar kolong flyover juga tampak mengenakan atribut atau jaket ojek online (ojol).

Kondisi tersebut membuat kawasan sekitar flyover dipenuhi warga, massa aksi, pedagang, serta aparat keamanan.

Polisi masih melakukan penjagaan dan pengaturan akses untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kericuhan selama aksi berlangsung.

Aparat juga terus memantau pergerakan massa dan berupaya menjaga situasi agar tetap terkendali. (m26)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.