Pemkab Mamuju Tengah Gelontorkan BTT Atasi Krisis Air Akibat kekeringan di 4 Titik
Ilham Mulyawan August 27, 2026 03:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Kekeringan berkepanjangan melanda Kabupaten Mamuju Tengah berdampak serius pada ketersediaan air bersih. 

Bendungan Padada di Desa Tabolang menjadi andalan utama kini tidak lagi mengalir.

Baca juga: KONDISI Armada Damkar Pasangkayu Bocor-bocor Air Habis Sebelum Padamkan Api

Baca juga: Kemarau Panjang di Pasangkayu Warga Beli Air Rp500 Ribu per Tandon

Menyebabkan pasokan air untuk lima Wilayah Penyelenggaraan Air Minum (IKK) mengalami penurunan drastis. 

Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menggelontorkan anggaran darurat dari Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk penambahan dan perbaikan mesin pompa air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamuju Tengah, Usman, mengungkapkan bahwa kondisi kritis terjadi di empat titik layanan utama. 

Saat ini, sumber air bersih di wilayah Tabolang, Benteng, Babana, dan Tobadak sangat bergantung pada pengambilan langsung dari Sungai Budong-Budong.

"Kapasitas suplai di Tabolang anjlok dari 30 liter per detik menjadi hanya 10 liter per detik. Di Benteng, hanya tersisa satu mesin pompa yang terpaksa dioperasikan secara bergantian dan berisiko rusak jika dipaksakan terus-menerus," jelas Usman, Kamis (27/8/2026).

Kondisi lebih parah terjadi di Babana, di mana mesin pompa dilaporkan rusak total dan telah berhenti berfungsi sekitar dua bulan. 

Sementara di Tobadak, posisi pipa pengambilan berada di atas permukaan air sehingga saat ini harus mengandalkan pompa selang (alkon).

Target penyelesaian keseluruhan pekerjaan diperkirakan sekitar satu bulan, terhitung mulai pekerjaan dimulai dalam waktu dekat.

Prioritas utama saat ini adalah memastikan kebutuhan air bersih rumah tangga masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. 

Langkah darurat ini akan dikerjakan secepatnya dan kedepan terus memperkuat infrastruktur air bersih agar ketersediaan air lebih terjamin dan berkelanjutan.

Pemerintah setempat menegaskan bahwa penanganan darurat ini merupakan langkah jangka pendek. 

Ke depan, pemerintah bersama DPRD akan merencanakan pembangunan dan penambahan reservoir serta Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) untuk memperluas kapasitas penyimpanan dan distribusi. 

Saat ini, tercatat sekitar 5.000 pelanggan aktif dan lebih dari 1.000 calon pelanggan dalam daftar tunggu belum terlayani secara optimal.

"Insyaallah pekerjaan akan segera dimulai dan diupayakan selesai dalam waktu satu bulan, seandainya tidak ada halangan," tutup Usman.

Strategi Pemkab Mamuju Tengah 

Strategi intervensi teknis Pemkab Mamuju tengah untuk memulihkan distribusi air bersih di keempat lokasi tersebut, antara lain:

1. Tabolang: Penambahan kapasitas pompa sekitar 10 liter per detik dengan tekanan (head) mencapai 80 meter untuk menyuplai air ke reservoir, guna memenuhi kebutuhan.

2. Benteng: Penambahan satu unit mesin pompa berkapasitas 10 liter per detik agar sistem tidak lagi mengandalkan satu mesin saja, sehingga keberlangsungan suplai lebih terjamin dan risiko pemutusan akses air akibat kerusakan alat dapat diantisipasi.

3. Babana: Penggantian mesin pompa yang rusak total dengan unit baru berkapasitas 10 liter per detik, sehingga pelayanan air bersih di wilayah tersebut dapat kembali normal.

4. Tobadak: Pengalihan sistem dari pompa selang (alkon) ke sistem pompanisasi bertenaga listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta penggalian kembali saluran pengambilan air untuk memperdalam sumber dan membuang endapan lumpur.

Seluruh kebutuhan anggaran untuk pengadaan dan pemasangan empat unit mesin pompa tersebut telah disetujui. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi reporter 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.