Siswa SD IT Permata Bunda Lampung Raih Prestasi Melalui Program Tahkhusus
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 27, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Saat sebagian anak masih terlelap dalam dinginnya pagi, sekitar 30 siswa SD IT Permata Bunda telah memulai aktivitas belajar Al-Qur’an sejak pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.

Baca juga: Muhammad Afkar Siswa SD TMI Bandar Lampung Meraih Prestasi Wushu Tingkat Nasional

Mereka mengikuti program Takhusus, program unggulan yang dirancang untuk mempercepat hafalan Al-Qur’an sekaligus mendukung target kelulusan sekolah.

Program yang telah memasuki tahun kedua ini dibimbing oleh Binti Fauziah (37), seorang musrifah atau tutor Takhusus. 

Menurut Binti, kegiatan tersebut berlangsung setiap Senin hingga Kamis, sementara Jumat digunakan untuk program lainnya.

“Anak-anak datang setelah subuh untuk murojaah dan menambah hafalan secara mandiri,” ujar Binti, Kamis (27/8/206).

Berbeda dengan pembelajaran tahfiz pada umumnya, peserta Takhusus tidak lagi sepenuhnya dituntun dalam menghafal. Mereka dituntut mampu menghafal secara mandiri dan melakukan setoran kepada tutor.

Karena itu, tidak semua siswa dapat langsung mengikuti program tersebut. Sekolah terlebih dahulu melakukan seleksi dengan sejumlah kriteria, di antaranya kemampuan tilawah yang baik, minimal sudah mampu membaca Al-Qur’an, serta memiliki kemampuan menghafal secara mandiri.

Setiap peserta ditargetkan memiliki minimal hafalan tujuh baris, dengan pembinaan yang dilakukan secara konsisten pada pagi hari.

“Memang ada tahap seleksi. Anak-anak yang dipilih adalah mereka yang bacaannya sudah bagus dan mampu menghafal mandiri, karena program ini memang untuk percepatan hafalan,” jelasnya.

Dari sekitar 30 peserta, terdapat kurang lebih 12 siswi atau kelompok akhwat, sedangkan sisanya merupakan siswa laki-laki atau ikhwan. Peserta berasal dari kelas 2 hingga kelas 6, meskipun kelompok yang dibimbing Binti saat ini didominasi siswa kelas 5 dan 6.

Tak Sekadar Menghafal

Tahkhusus tidak hanya menjadi ruang untuk mengejar jumlah hafalan. Para siswa juga mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan tilawah dengan lagu dan nada.

Kemampuan tersebut telah membawa para siswa tampil dalam sejumlah kegiatan, antara lain acara Musywil JSIT di Hotel Emersia, peringatan Hari Ibu di Masjid Al-Bakri, hingga pembukaan MPLS.

Prestasi di bidang Al-Qur’an juga terus ditorehkan. Para siswa pernah meraih juara dalam berbagai perlombaan MTQ dan MHQ, termasuk meraih juara II tingkat Rajabasa untuk kategori MTQ dan MHQ.

Bahkan, pada tahun sebelumnya terdapat seorang siswa yang berhasil mencapai hafalan hingga 25 juz. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan yang konsisten dapat menghasilkan prestasi luar biasa.

Tantangan Belajar di Waktu Subuh

Meski memiliki target dan sistem yang terarah, membimbing anak-anak belajar pada pagi hari bukan tanpa tantangan. Rasa kantuk, lapar, hingga kondisi anak yang belum sepenuhnya siap belajar menjadi hal yang harus dihadapi tutor.

Binti mengatakan, pendekatan yang digunakan adalah memberikan motivasi agar anak tidak merasa tertekan.

“Bagaimana anak-anak itu tidak tertekan dan tetap menikmati proses menghafal,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan Takhusus tidak hanya bergantung pada tutor. Komitmen anak dan dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi program.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.