SRIPOKU.COM - Masalah keterjangkauan dan kelayakan hunian masih menjadi tantangan besar di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan publikasi data Statistik Perumahan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026, pulau Jawa dan Sumatra mendominasi daftar wilayah dengan angka Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terbanyak.
Provinsi Jawa Barat menempati posisi puncak nasional dengan angka mencengangkan, yakni mencapai 4,68 juta rumah tangga yang mendiami rumah tidak layak huni.
Baca juga: Daftar Provinsi dengan Anak Tidak Sekolah Tertinggi di Indonesia Jenjang SD, Sumsel Masuk 10 Besar
Sementara itu, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) turut masuk dalam jajaran sepuluh besar nasional.
Sumsel mencatatkan sebanyak kurang lebih 750 ribu rumah tangga yang masih menghuni hunian di bawah standar kelayakan.
Berikut adalah rincian 10 provinsi di Indonesia dengan jumlah rumah tangga yang berada di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH/Backlog Kelayakhunian) berdasarkan data publikasi BPS:
Tingginya angka rumah tidak layak huni ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tingkat pendapatan masyarakat, keterbatasan akses pembiayaan perumahan murah, hingga pesatnya laju pertumbuhan penduduk di wilayah aglomerasi.
Masuknya Sumsel dalam jajaran sepuluh besar nasional menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah untuk terus menggenjot program stimulan bantuan swadaya perumahan maupun pembenahan kawasan permukiman kumuh secara berkelanjutan.***