BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sejumlah anak usia dini dari KB Uma Kandung, Kabupaten Tapin, mendapat pengalaman berbeda saat berkunjung ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tapin, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengenalan profesi pemadam kebakaran yang digagas Bunda PAUD Kabupaten Tapin, Hj Faridah Yamani, bekerja sama dengan Satpol PP dan Damkar Tapin.
Di tempat tersebut, anak-anak tidak hanya melihat langsung kendaraan dan perlengkapan pemadam kebakaran, tetapi juga diperkenalkan dengan tugas dan tanggung jawab petugas damkar ketika menghadapi kebakaran.
Kepala Satpol PP dan Damkar Tapin, Mudo Harjuno, turut memberikan sosialisasi kepada peserta didik. Ia mengenalkan profesi pemadam kebakaran dengan cara yang disesuaikan dengan usia anak, termasuk menjelaskan perlengkapan yang digunakan petugas ketika menjalankan tugas.
Baca juga: 3.050 Peserta Ikuti Baayun Maulid di Banua Halat Tapin, Ada Bayi 15 Hari dan Nenek Berusia 90 Tahun
Baca juga: Kadar Garam Tinggi Capai 5.000 PPM di Intake Sungai Bilu, PAM Bandarmasih Oplos Air Baku dari IPA 2
Anak-anak diperlihatkan alat pelindung diri (APD) yang menjadi bagian penting dalam pekerjaan pemadam kebakaran. Perlengkapan tersebut digunakan untuk melindungi petugas dari panas, asap, api, maupun berbagai risiko lain saat berada di lokasi kebakaran.
Pengenalan secara langsung ini membuat peserta didik dapat melihat bahwa pekerjaan pemadam kebakaran bukan sekadar memadamkan api. Di balik tugas tersebut terdapat keberanian, kedisiplinan, keterampilan, serta kesiapan menghadapi situasi darurat.
Bagi anak usia dini, pengalaman semacam ini juga menjadi sarana belajar di luar ruang kelas. Mereka dapat mengenal lingkungan kerja sekaligus memahami secara sederhana pentingnya keselamatan dan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran.
Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan petugas pemadam kebakaran.
Pengalaman itu diharapkan dapat membangun keberanian anak sekaligus menumbuhkan penghargaan terhadap profesi yang memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Turut menyertai kegiatan tersebut Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tapin, Hj Elya Hartati Juanda, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Achmad.
Kehadiran jajaran terkait menunjukkan bahwa pengenalan profesi kepada anak usia dini dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang lebih luas, terutama dalam membangun pengalaman, pengetahuan, dan kesadaran keselamatan sejak usia dini.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak KB Uma Kandung diharapkan tidak hanya mengenal sosok pemadam kebakaran sebagai petugas yang datang ketika terjadi kebakaran, tetapi juga memahami bahwa di balik seragam dan perlengkapan pelindung itu ada profesi yang bekerja untuk membantu dan menyelamatkan masyarakat.
Bagi dunia pendidikan anak usia dini, pengalaman langsung seperti ini menjadi pembelajaran yang mudah diingat karena anak dapat melihat, mendengar, dan berinteraksi secara langsung dengan objek yang sedang dipelajarinya.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid).