2 Anak Buaya Muara Ditemukan Mati di Sungai Kayuagung, Warga Dilarang Mandi dan Berenang
Slamet Teguh August 27, 2026 05:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai, tepatnya di bawah Jembatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan sementara aktivitas mandi maupun berenang di sungai.

Imbauan tersebut disampaikan setelah ditemukan dua ekor anak buaya muara dalam kondisi mati di kawasan tersebut.

Sekretaris Kecamatan Kayuagung, Idrus Susanto, mengatakan penemuan bangkai anak buaya tersebut pertama kali diketahui oleh pekerja alat berat yang sedang melakukan normalisasi sungai.

"Ada laporan dari pihak ekskavator yang menggali tanah atau lumpur itu. Melapor bahwa anak buaya itu ada yang mati, dua ekor," ujar Idrus Susanto saat memberikan keterangan.

Menurut Idrus, penemuan tersebut terjadi sekitar empat hari lalu saat alat berat sedang melakukan pengerukan.

Untuk ukurannya, Idrus menyebut kedua buaya tersebut memiliki panjang sekitar satu meter, meski masih tergolong anakan.

"Ukurannya sekitar satu meterlah, sebanyak dua ekor," tambahnya.

Buaya tersebut diyakini merupakan jenis buaya muara atau buaya sungai.

Baca juga: Hoaks! Soal Foto Buaya di Tepian Sungai Musi Palembang yang Beredar di Sosmed, Editan

Menyikapi temuan tersebut, pemerintah setempat khawatir masih terdapat induk buaya di sekitar lokasi. Pihak Kecamatan Kayuagung pun langsung mengambil langkah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tindakan Pak Camat langsung mengimbau kepada masyarakat jangan sampai warga berenang di sungai karena indikasinya ada buaya di sana," tegas Idrus.

Tak hanya melalui imbauan lisan, pemerintah juga telah mengeluarkan dan menyebarkan surat edaran kepada masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

"Kita sudah sebar surat edaran ke masyarakat untuk mengimbau jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan. Bagi masyarakat dan anak-anak yang beraktivitas di sungai harus lebih berhati-hati," katanya.

Ketika ditanya apakah kemunculan buaya tersebut dipicu kondisi air yang sedang surut atau akibat kebakaran hutan yang membuat buaya mencari tempat yang lebih dingin, Idrus mengaku belum dapat memastikan penyebabnya.

"Nah kalau itu kita kurang tahu, informasi dari situ kita kurang paham," ujarnya.

Beruntung, sejak penemuan empat hari lalu hingga saat ini belum ada laporan susulan mengenai kemunculan buaya dari masyarakat.

Imbauan pemerintah juga dinilai cukup efektif karena masyarakat mulai mengurangi aktivitas di sekitar bantaran sungai.

"Alhamdulillah sudah sepi aktivitas di sungai. Biasanya banyak yang mandi di sungai, sekarang masyarakat sudah memahami imbauan," pungkasnya.

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.