TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo menyoroti kesiapan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai sebelum beroperasi penuh, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang.
LRT Jakarta Kelapa Gading - Manggarai dijadwalkan diresmikan pada Rabu (26/8/2026) kemarin, tetapi batal terlaksana karena alasan penyempurnaan pekerjaan.
Francine mengatakan, kehadiran LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai tentu akan meningkatkan mobilitas masyarakat warga pengguna transportasi publik.
Namun yang menjadi perhatian, penyempurnaan pekerjaan harus benar-benar tuntas sebelum layanan beroperasi penuh.
Fasilitas penunjang seperti trotoar, tangga, serta sarana lainnya harus dikerjakan tuntas agar ketika sudah beroperasi tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan.
"Tentu pasti keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna transportasi publik, termasuk juga bagaimana transportasi ini saling berkaitan dan bisa saling terhubung," kata Francine, Kamis (27/8/2026).
Fasilitas integrasi antar moda perlu dirapikan, jangan sampai penumpang dibuat kesulitan dengan masih banyaknya pekerjaan proyek yang belum tuntas.
"Sehingga tadi masyarakat dengan mudah mobilitasnya tanpa ada hambatan, misalnya aksesnya terlalu jauh, atau aksesnya sulit, dan seterusnya," tegas dia.
Pemprov DKI Jakarta menunda peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu (26/8/2026).
Penjadwalan ulang dilakukan setelah Pemprov DKI melakukan evaluasi akhir terhadap rangkaian persiapan peresmian.
Pemprov DKI menyebut keputusan tersebut diambil untuk menyempurnakan sejumlah fasilitas dan layanan LRT Jakarta agar lebih inklusif bagi masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, memastikan penundaan peresmian tidak berkaitan dengan perubahan rencana pengembangan LRT Jakarta.
"Setelah melakukan evaluasi akhir terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan, Pemprov DKI memutuskan untuk menjadwalkan ulang peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai," kata Marulina di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Menurut Marulina, Pemprov DKI bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) tetap melanjutkan tahapan pengembangan koridor Kelapa Gading-Manggarai sesuai rencana.
Ia menegaskan perubahan hanya dilakukan terhadap waktu pelaksanaan peresmian.
Adapun jadwal terbaru peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai akan diumumkan setelah waktu pelaksanaannya ditetapkan.
"Kami ingin peresmian dilaksanakan setelah penyempurnaan sejumlah detail pada fasilitas," ucapnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan pengecekan akhir kesiapan operasional LRT Velodrome-Manggarai, peresmian dijadwalkan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Pramono melakukan pengecekan akhir bersama protokol Presiden, rombongan melakukan uji coba menaiki rangkaian LRT dari Kelapa Gading sampai ke Stasiun Manggarai.
"Tadi kami bersama rombongan melakukan pengecekan terakhir sebelum diresmikan," kata Pramono, Senin (24/8/2026).
Dia memastikan, progres pembangunan LRT lintas Velodrome-Manggarai sudah 100 persen terutama untuk rel dan jalur layangnya.
"Kami melihat dan juga mendapatkan laporan, yang pertama secara keseluruhan untuk pembangunan ataupun penyelesaian LRT ini, yang pertama yang berkaitan dengan rel dan juga jalur layang, ini sudah selesai 100 persen," jelas dia.
Saat ini, pengujian operasional sudah berjalan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Berulang kali dilakukan pengecekan jangan sampai ada hal yang belum siap, sehingga dalam perspektif pemerintah DKI Jakarta sebenarnya baik itu pembangunan maupun jalur relnya adalah sudah siap untuk diresmikan secara keseluruhan," paparnya.
Pramono menegaskan, peresmian LRT Manggarai akan dilakukan langsung Presiden Prabowo Subianto.
"Mengenai peresmiannya, kami mengusulkan tanggal 26 Agustus. Waktunya tentunya mengikuti waktu Bapak Presiden Prabowo Subianto apakah pagi ataupun sore ataupun hari lain," tegas dia.
Setelah peresmian pada 26 Agustus 2026, LRT Lintas Velodrome-Manggarai akan langsung beroperasi secara penuh.
Sedangkan untuk tarifnya, Pemprov DKI Jakarta menetapkan tarif flat Rp5000 untuk satu kali perjalanan.
Tarif lanjut Pramono, selanjutnya akan dikaji dan ditetapkan sebagai tarif resmi sampai Oktober 2026 mendatang.
"Jadi untuk sementara sampai dengan Oktober nanti tarifnya masih menggunakan tarif flat yang ada sekarang ini Rp5.000 per transportasinya, flat," tegasnya.