Istri Andre Histeris Mengetahui Suaminya Tewas Seusai Lehernya Ditebas Parang
Noval Andriansyah August 27, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Musi Banyuasin - Duka mendalam dan jerit tangis histeris tak membendung menyelimuti sang istri yang tengah mengandung anak kedua saat mendengar kabar tragis yang menimpa suaminya, Andre.

Baca juga: Nasib Aipda M yang Tembak Pria Diduga Selingkuhan Istri, Sempat Diancam Parang

Kebahagiaan keluarga kecil asal Desa Mekar Jaya, Kecamatan Jirak Jaya, Musi Banyuasin (Muba) ini seketika hancur berkeping-keping akibat aksi penganiayaan keji pada pertengahan Agustus 2026. 

Pria yang dikenal sebagai sosok kepala keluarga berdedikasi tinggi itu tewas mengenaskan di tengah kebun sawit dengan luka tebasan parang di bagian leher.

Kepergian Andre yang begitu mendadak tak hanya mematahkan hati sang istri, tetapi juga menyisakan trauma mendalam bagi balita mereka yang baru berusia tiga tahun.

Histeris keluarga kian tak terbendung lantaran nyawa almarhum melayang tragis hanya dipicu tuduhan sepihak mengenai pencurian buah kelapa sawit.

Tersangka yang merupakan tetangganya sendiri berinisial AS, berdalih tega menghabisi nyawa Andre karena memergoki korban mengambil buah sawit di kebun miliknya. 

AS mengklaim sempat meminta pertanggungjawaban secara baik-baik namun berujung pada adu mulut hingga bentrokan senjata tajam.

Pelaku berdalih melakukan pembelaan diri usai diserang terlebih dahulu sebelum akhirnya melayangkan sabetan parang fatal yang mengakhiri hidup korban di lokasi kejadian.

Keluarga Bantah Tudingan Curi Sawit

Di sisi lain, narasi pencurian sawit serta klaim perkelahian yang dihembuskan pelaku membentur benteng penolakan keras dari pihak keluarga korban.

Di mata kerabat dekatnya, Andre adalah sosok pemuda santun, pekerja keras, dan tidak pernah sekalipun berurusan dengan hukum apalagi membuat keresahan di lingkungan desa.

Rindi Antika, bibi korban, membeberkan kepribadian almarhum yang dikenal sangat bertanggung jawab demi menafkahi keluarga kecilnya.

"Dia orang yang baik, tidak pernah aneh-aneh. Ayah yang baik untuk anaknya dan suami yang baik untuk istrinya. Dia juga serabutan, panen padi di kebun ibunya dan membantu pekerjaan apa saja yang bisa dikerjakan selagi halal," ujar Rindi saat dijumpai pada Kamis (27/8/2026), dilansir TribunSumsel.com.

Senada dengan Rindi, bibi korban lainnya, Epa Susanti, menepis keras tuduhan bahwa Andre berniat mencuri sawit. Epa menegaskan bahwa kebun milik pelaku bahkan belum produktif karena pohon sawitnya masih berusia muda.

"Kami keluarga sangat tidak terima dan membantah kalau keponakan kami dituduh mencuri sawit. Kalau dilihat dari video yang ada, pohon sawit di kebun itu masih kecil-kecil dan belum berbuah. Jadi sawit yang mana menurut dia yang mau dicuri," tegas Epa.

Epa menerangkan bahwa lokasi ditemukannya jasad Andre merupakan perlintasan umum warga desa menuju ladang. Saat kejadian, Andre murni hanya melintas untuk pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya di sawah.

Keluarga juga meragukan klaim pembelaan diri AS karena pelaku sama sekali tidak menderita luka fisik, berbeda dengan kondisi korban yang mengalami luka tebasan parang parah.

Jeritan Keadilan untuk Anak dan Istri Korban

Peristiwa memilukan ini meninggalkan kepedihan yang teramat berat bagi masa depan keluarga kecil yang ditinggalkan almarhum, terutama sang balita dan calon anak dalam kandungan.

"Kami memohon kepada kepolisian agar kasus ini diusut secara tuntas dan dihukum seadil-adilnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya. Kami kasihan dengan anaknya yang masih berumur tiga tahun dan istrinya yang sedang hamil," tutur Epa dengan nada lirih.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian Polres Muba bertindak profesional dan tidak hanya menelan mentah-mentah pengakuan dari satu pihak pelaku demi memberikan keadilan sejati bagi almarhum Andre dan keluarga yang ditinggalkannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.