Bocah 9 Tahun Diserang Pitbull di Bandung, Warga Ungkap Momen Mengerikan dalam CCTV
M Zulkodri August 27, 2026 07:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan seorang bocah sekolah dasar digigit anjing jenis pitbull viral di media sosial.

Insiden mengerikan itu terjadi di Kompleks Grand Cendana Residence, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (23/8/2026) sore.

Korban diketahui merupakan bocah berinisial BIAK (9). Saat kejadian, korban tengah berada di area jalan kompleks bersama sejumlah anak lainnya.

Warga yang berada di lokasi pun harus berjibaku untuk menyelamatkan korban dari serangan anjing tersebut.

Salah seorang warga, Ilyas Pratama (33), mengaku masih mengingat jelas detik-detik mencekam itu. Saat kejadian, Ilyas baru saja tiba di rumah setelah bepergian bersama keluarganya.

Setelah memarkirkan mobil, ia mendengar teriakan histeris warga dari arah jalan perumahan.

"Saya kira awalnya ada pencurian atau apa. Tapi ternyata anak itu sudah tergeletak digigit anjing pitbull," kata Ilyas saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (24/8/2026).

Kepanikan Ilyas semakin menjadi karena anak kandungnya saat itu juga sedang bermain di luar bersama korban.

Ia pun bergegas memastikan anaknya dalam kondisi aman. Setelah mengetahui bahwa bocah yang menjadi korban bukan anaknya, Ilyas langsung berusaha memberikan pertolongan.

Warga Lempar Tempat Sampah hingga Kayu

Dalam kondisi panik, Ilyas dan sejumlah warga berupaya mengusir anjing tersebut dengan berbagai cara.

Barang-barang yang berada di sekitar lokasi dilemparkan ke arah anjing agar serangannya terhenti.

"Saya ambil barang apa saja yang terlihat, lalu dilemparkan ke arah anjing supaya memicu hewan itu pergi. Ada yang lempar tempat sampah, warga lain juga lempar kayu," tuturnya.

Serangan tersebut berlangsung selama sekitar dua hingga tiga menit.

Meski sempat melepaskan gigitan, anjing tersebut kembali menyerang korban setelah beberapa kali warga berusaha mengusirnya.

"Anjingnya sempat dua kali lepas-gigit lagi karena dilempari warga," ujar Ilyas.

Situasi baru mereda setelah anjing tersebut akhirnya berlari meninggalkan lokasi menuju luar gerbang kompleks.

Korban Bersimbah Darah

Begitu anjing pergi, Ilyas langsung menghampiri korban. Kondisi bocah tersebut membuatnya semakin panik.

"Wajahnya sudah tidak terlihat karena tertutup darah, dan telinganya saya lihat sudah robek," ungkapnya.

Ilyas kemudian membaringkan korban di teras sambil mencari tahu identitas keluarganya.

Karena ayah korban belum keluar rumah, ia segera mengambil mobil untuk membawa korban mendapatkan pertolongan medis.

Korban kemudian dibawa ke IGD Rumah Sakit Welas Asih bersama ayahnya.

Anak-anak Saksi Kejadian Alami Trauma

Serangan anjing tersebut tidak hanya meninggalkan luka pada korban.

Anak-anak yang menyaksikan kejadian secara langsung juga disebut mengalami trauma.

Ilyas mengatakan anaknya mengalami ketakutan setelah melihat temannya diserang hingga bersimbah darah.

"Anak saya trauma berat sampai sekarang karena melihat langsung temannya digigit sampai berdarah banyak. Semalam tidurnya gelisah, sering terbangun, dan sekarang lebih banyak melamun," katanya.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian warga setelah rekaman CCTV kejadian beredar luas di media sosial.

Pemilik Hewan Diminta Lebih Bertanggung Jawab

Ilyas berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi pemilik hewan peliharaan, terutama anjing yang memiliki potensi membahayakan apabila tidak ditangani dan diamankan dengan baik.

Ia meminta pemilik hewan memastikan seluruh persyaratan serta pengamanan peliharaan dipenuhi sehingga tidak membahayakan warga sekitar.

"Pemilik anjing, terutama jenis pitbull, harus punya atensi lebih untuk menjaga peliharaannya. Kalau ada perizinan atau persyaratan khusus, tolong dipenuhi agar kejadian seperti ini tidak berulang lagi," tegas Ilyas.

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa pengawasan dan pengamanan hewan peliharaan merupakan tanggung jawab pemilik, terlebih ketika hewan berada di lingkungan permukiman yang juga menjadi ruang bermain anak-anak.(*)

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.