SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Merespons keresahan masyarakat terkait ketersediaan beras, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru langsung meninjau gudang Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Kamis (27/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan setelah Herman Deru melakukan patroli udara untuk melihat kondisi wilayah Sumsel dari Karhutla dan meninjau persiapan penyemaian garam di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang.
“Beras ini paling banyak dikonsumsi masyarakat kita. Kita langsung merespons, kita cek di gudang setelah saya patroli udara tadi,” kata Deru di Gudang Bulog, Kamis (27/8/2026)
Menurutnya, berdasarkan pengecekan, stok beras yang tersedia di gudang Bulog Sumsel cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Juni 2027. Kondisi tersebut juga didukung oleh kegiatan panen yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Baca juga: Emak-emak Borong Beras Kemasan 5 Kilogram di Pasar Murah Banyuasin, Satu Kepala Dapat Dua Karung
Deru mengatakan, meski Sumsel saat ini memasuki musim kemarau, produktivitas pertanian di sejumlah lahan persawahan masih berjalan.
Terutama pada sawah dengan indeks pertanaman (IP) 200, bahkan terdapat lahan yang mampu mencapai IP 300.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying akibat kekhawatiran terhadap stok beras.
“Kita jamin bahwa beras itu tidak akan kekurangan,” tegasnya.
Deru juga meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan beras medium dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET). Laporan dapat disampaikan kepada lurah, camat maupun aparat terkait.
“Kalaupun ditemukan di lapangan beras medium dijual di atas Rp12.500, lapor bisa ke lurah, bisa ke camat, bisa ke aparat. Laporkan bahwa itu artinya dia sudah memainkan harga,” katanya.
Untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga, Deru telah memerintahkan pelaksanaan operasi pasar sepanjang Agustus.
Operasi pasar tersebut akan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan Bulog.
Baca juga: Beras 5 Kilogram Langka di Palembang, Sejumlah Warga Terpaksa Beralih ke Beras Eceran
Selain itu, ia berencana meminta dukungan Kodam dan Polda Sumsel agar masing-masing institusi turut melaksanakan operasi pasar.
"Jadi jangan khawatir soal stok beras, aman," ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Ihsan mengatakan stok beras yang tersedia di gudang Bulog khusus wilayah Sumsel mencapai sekitar 116 ribu ton.
Bahkan, Bulog Sumsel Babel saat ini mengatur penyaluran beras secara bertahap ke sejumlah provinsi tetangga yang membutuhkan tambahan pasokan.
"Beberapa wilayah yang mendapat pasokan tersebut yakni Jambi, Bengkulu, Riau dan Padang. Volume pengiriman disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah, berkisar antara 500 ton hingga 1.000 ton," katanya
Ia mengimbau masyarakat Sumsel tetap tenang dan tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan pangan.
Bulog, kata dia, terus memantau distribusi beras setiap hari untuk memastikan pasokan dan harga tetap stabil, baik di Sumsel maupun daerah penerima pasokan.
Ihsan juga menegaskan Bulog akan mengambil tindakan terhadap pedagang yang menjual beras di atas HET.
“Kalau ada pedagang pasar yang nakal, silakan lapor ke kita. Kita akan tegur dia. Satu, dua, tidak mau juga kita tarik kembali berasnya,” katanya.