TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada periode Januari hingga Juli tahun 2026 tercatat sebanyak 10.843 kasus.
Data ini berdasarkan rekapitulasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhu. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah kasus ISPA di Kabupaten Inhu mengalami peningkatan pada pekan ke 32.
Plt Kepala Dinkes Inhu, Indrawansyah menerangkan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan rekap data secara manual.
Hal ini dikarenakan adanya kendala di sistem yang ada di Provinsi.
"Data rekap harian sesuai arahan provinsi cuma direkap secara manual, karena ada kendala di sistem provinsi," ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Sesuai rekap data kasus ISPA sepanjang periode Januari hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 10.843 kasus.
Kasus tertinggi yang direkap terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kampung Besar Kota, yakni sebanyak 1.807 kasus. Selain itu data menunjukan pada pekan ke 32 tercatat sebanyak 531 kasus. Terjadi peningkatan jumlah kasus ISPA sebanyak 29 kasus bila dibandingkan pekan sebelumnya.
Indrawansyah menerangkan peningkatan kasus ISPA pada pekan ke 32 tersebut tidak bisa diartikan sebagai dampak kabut asap.
Baca juga: Pemkab Inhu Belum Tetapkan Status Tanggap Bencana Karlahut: Masih Bisa Ditangani
"Dilihat dulu kasusnya terjadi di daerah mana paling banyak, lalu di daerah itu ada banyak titik api atau tidak. Kalau banyak titik api bisa jadi disebabkan oleh kabut asap," ujarnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus ISPA akibat kabut asap, Dinkes Inhu telah menyiagakan petugas di Puskesmas dan melakukan pembagian masker.
4000 pcs masker tersebut sebagian sudah dibagikan kepada masyarakat.
"300 kemarin kita serahkan ke kampus ITB Indragiri, dan 500 ke Kecamatan Rengat Barat yang melakukan sholat Istisqo," ujarnya.
Sisa masker yang ada saat ini akan dibagikan ke Puskesmas yang memang sudah kehabisan stok masker.
(Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)