TRIBUNWOW.COM - Video puluhan siswa sekolah dasar (SD) meneriakkan yel-yel "Ayo Maju-Maju" kepada seorang pria berseragam khaki viral di media sosial.
Video tersebut diunggah akun Instagram @flores_awesome.
Dalam keterangannya, video memperlihatkan siswa SDN Oelbaf di Desa Tasinifu/Aplal, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam video, sejumlah siswa terlihat berdiri di tepi sungai sambil meneriakkan yel-yel kepada seorang pria yang hendak menyeberangi sungai.
Sungai tersebut menjadi salah satu akses yang digunakan siswa untuk pergi dan pulang sekolah.
Video itu kemudian menuai beragam komentar dari warganet.
Sebagian warganet sempat menduga pria dalam video merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTU.
Salah satu akun Instagram @4viiandlaka menulis, “Ini anak-anak punya dendam apa kira-kira? Sederas itu disuruh maju jangan ragu-ragu.”
Komentar lainnya datang dari akun @rambutansalakbali.
“Penghinaan terbesar dalam hidup adalah diejek-ejek sama anak-anak SD dengan yel-yel,” tulisnya.
Sementara akun @maume.hits menulis, “Maju Pak Kadis jangan malu-malu.”
Namun, dugaan tersebut dibantah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTU Beato Yosep Frent Omenu.
Baca juga: Fakta Viral Karhutla Papua Barat, Warga Bahu-membahu Padamkan Api hingga 200 Masker Dibagikan
Frent membenarkan adanya video tersebut, tetapi meluruskan bahwa pria yang terlihat dalam video bukan dirinya.
Pria tersebut merupakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten TTU, Jefry Banu, yang saat itu sedang melakukan kunjungan kerja bersama sejumlah staf.
“Waktu itu ada kunjungan kerja untuk mendistribusikan perlengkapan sekolah seperti buku, alat tulis dan tas,” kata Frent kepada Kompas.com, Kamis (27/8/2026).
Frent menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Maret 2026 saat wilayah tersebut masih memasuki musim hujan.
“Waktu itu bukan saya yang pergi, tetapi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten TTU, Jefry Banu,” ujarnya.
Menurut Frent, kunjungan tersebut dilakukan untuk mendistribusikan berbagai perlengkapan sekolah kepada siswa.
Bantuan yang diberikan antara lain seragam nasional, tas, buku, dan alat tulis.
Distribusi tersebut merupakan bagian dari penyaluran perlengkapan sekolah ke sejumlah sekolah di wilayah TTU.
Frent mengatakan Jefry bersama sejumlah staf harus menyeberangi sungai untuk mencapai lokasi sekolah dan menyerahkan bantuan kepada para siswa.
Kondisi sungai saat itu cukup deras karena masih memasuki musim hujan.
Meski demikian, Jefry bersama staf tetap berupaya menyeberangi sungai hingga mencapai lokasi sekolah.
“Pak Sek (Jefry Banu) tembus sampai atas,” kata Frent.
Ia menjelaskan, para siswa dalam video memang berdomisili di sekitar kampung dan menggunakan jalur tersebut sebagai akses menuju sekolah.
Terkait kondisi sungai yang menjadi akses warga dan siswa, Frent mengatakan pembangunan jembatan bukan merupakan kewenangan Dinas Pendidikan.
“Artinya, bukan kewenangan kami untuk bikin jembatan,” ujarnya.
Ia menegaskan kehadiran Jefry bersama stafnya saat itu merupakan bagian dari tugas mendistribusikan perlengkapan sekolah.
Kunjungan tersebut bukan untuk melakukan pembangunan infrastruktur.
Video tersebut kini kembali viral dan memunculkan beragam persepsi warganet mengenai kondisi akses siswa menuju sekolah di wilayah tersebut.
Baca juga: Viral Benda Menyerupai Peluru Ditemukan di Menu MBG, SPPG Lampung Utara Disuspend
(*)