Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Jajaran Polsek Cikarang Utara memperketat penjagaan di sejumlah titik untuk mencegah adanya massa susulan yang hendak menuju Jakarta.
Pengamanan dilakukan di sejumlah lokasi, mulai dari Stasiun Cikarang, Terminal Cikarang hingga jalur Pantura.
Kapolsek Cikarang Utara Kompol Noach Hendrik mengatakan, pihaknya telah mendirikan dua pos penyekatan di wilayah tersebut.
Kedua pos itu berada di Sentral Grosir Cikarang atau SGC, Jalan Raya Pantura Cikarang Utara dan Stasiun Cikarang.
Sejumlah personel ditempatkan di kedua lokasi tersebut untuk memantau pergerakan masyarakat.
"Kami akan mana warga yang mau buat gaduh di kelompok-kelompok anarko. Kita istilahnya kelompok anarko, atau pelajar itu akan dipilah-pilah dan akan dicegah," kata Noach saat diwawancarai, Kamis (27/8/2026).
Noach mengatakan, apabila ditemukan kelompok yang dicurigai hendak membuat kerusuhan, personel akan melakukan pemeriksaan.
Jika dari pemeriksaan ditemukan indikasi pelanggaran, mereka akan dibawa ke kantor Polsek Cikarang Utara untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Kita akan tanya apa sih niatnya, terus siapa, mungkin dalangnya di belakangnya siapa," ujarnya.
Ia menegaskan, aksi demonstrasi di Jakarta telah berakhir sehingga masyarakat seharusnya tidak lagi melakukan aktivitas yang berkaitan dengan aksi tersebut.
Karena itu, orang atau kelompok yang hendak menuju Jakarta setelah aksi berakhir akan menjadi perhatian aparat.
Noach mengimbau masyarakat Bekasi tidak mudah terpengaruh informasi provokatif yang beredar di media sosial.
"Sejauh ini belum ada, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Bekasi bahwa jangan terpengaruh dengan provokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Karena itu merugikan Bapak Ibu sendiri. Kita sama-sama jaga wilayah kita agar aman terkendali, agar bisa melakukan aktivitas dengan baik," katanya.
Sebelumnya, Polres Metro Bekasi menetapkan status siaga satu untuk mengantisipasi potensi kerusuhan dan aksi anarkis di wilayah Kabupaten Bekasi.
Pengawasan juga ditingkatkan di sejumlah pintu masuk wilayah Kabupaten Bekasi dengan melakukan pemeriksaan terhadap warga yang hendak melintas menuju Jakarta.
Plh Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Ikhlas Putro Wasono mengatakan, status siaga satu ditetapkan setelah polisi menerima informasi provokatif yang beredar di media sosial.
Polisi juga menggandeng berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, organisasi kemasyarakatan, Karang Taruna hingga pengemudi ojek online untuk bersama-sama menjaga keamanan Kabupaten Bekasi.
"Kami hari ini mulai siaga satu, kemudian kami menggandeng segala unsur masyarakat yang ada. Kami perankan untuk sama-sama kita menjaga rumah kita, Kabupaten Bekasi ini, jangan sampai dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Ikhlas, Kamis (27/8/2026).
Menurut Ikhlas, polisi telah memantau sejumlah konten di media sosial yang berisi provokasi dan ajakan melakukan kerusuhan.
Ia memastikan masyarakat tidak perlu mengikuti informasi tersebut karena diduga merupakan hoaks.
"Saat ini sudah beredar di media sosial juga untuk yang memprovokasi. Kami mengimbau bahwa itu adalah hoaks, enggak usah diikuti. Kami sedang melacak siapa yang menyebarkan juga," ujarnya.
Polisi memperketat pengawasan di sejumlah pintu masuk Kabupaten Bekasi, termasuk terminal dan ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Personel disiagakan untuk melakukan pemeriksaan secara selektif terhadap orang yang dinilai mencurigakan.
"Di pintu-pintu masuk, di terminal, itu sudah disiagakan anggota untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dicurigai, dan beberapa titik masuk lain," kata Ikhlas.
Ia menegaskan, tindakan hukum akan dilakukan apabila ditemukan orang yang membawa barang berbahaya.
Sementara itu, warga yang datang bersama anak-anak akan diimbau untuk kembali ke daerah asal.
"Apabila yang bersangkutan membawa barang-barang berbahaya, tentu ada konsekuensi hukum. Kami akan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Tapi kalau ada membawa anak-anak, ya kita sarankan dia pulang kembali ke daerahnya," jelasnya.
Berdasarkan pemetaan sementara, belum terdapat rencana aksi unjuk rasa yang berpusat di Kabupaten Bekasi.
Aktivitas demonstrasi masih terpantau berpusat di Jakarta.
Ikhlas menegaskan, status siaga satu berlaku di seluruh jajaran Polda Metro Jaya, bukan hanya Polres Metro Bekasi.
"Kita bukan hanya Kabupaten Bekasi, seluruh jajaran Polda Metro Jaya saat ini siaga satu," tegasnya.
Polisi juga meminta masyarakat ikut mengawasi lingkungan masing-masing dan segera melaporkan apabila menemukan orang yang mencurigakan.
Laporan dapat disampaikan kepada polsek terdekat maupun melalui layanan kepolisian 110.
Menurut Ikhlas, keterlibatan tokoh masyarakat diperlukan karena mereka lebih mengetahui kondisi serta warga di lingkungan masing-masing.
"Karena merekalah yang tahu siapa warga-warganya. Sehingga kalau ada orang asing masuk, ini bisa cepat terdeteksi," pungkasnya. (MAZ)