SAKSI KATA: Kepala Damkar Kuningan Ungkap Perjuangan Petugas Padamkan Kebakaran TPA Ciniru
Mutiara Suci Erlanti August 27, 2026 07:11 PM

 

TRIBUNCIREBON.COM- Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) yang berlokasi di Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).

Api yang mulai berkobar sejak hari Rabu pukul 07.00 WIB tersebut memaksa petugas gabungan dari UPTD Pemadam Kebakaran Kuningan, BPBD, Kodim, serta Batalyon TNI-Polri bekerja ekstra keras.

Kebakaran bermula dari cuaca kemarau terik yang diselingi tiupan angin amat kencang. Karakteristik material sampah kering menyebabkan kobaran api menjalar sangat cepat.

Keterbatasan armada awal yang dikerahkan sempat membuat petugas kewalahan dalam menahan laju penyebaran api.

Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah menyebut, TPSA Ciniru memiliki luas sekitar 5,3 hektare dan saat kejadian kebakaran pertama kali terjadi pada Rabu (12/8/2026) dini hari, api dilaporkan membakar sekitar 3 hingga 4 hektare kawasan TPSA.

"Kondisi kemarau, cuaca panas dan embusan angin kencang membuat api dengan cepat merambat di antara tumpukan sampah," kata Andri.

Baca juga: 12 Hari Kebakaran di TPA Ciniru Kuningan, Petugas Damkar Gunakan Lindi Untuk Pendinginan TKP

Pertanyaan & Jawaban (Q&A)
1. Di mana lokasi kebakaran TPA tersebut terjadi dan kapan laporan pertama kali diterima?

Jawaban: Kebakaran terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Laporan kebakaran pertama kali diterima oleh petugas pada hari Rabu pukul 07.00 WIB. 

2. Apa faktor utama yang menyebabkan api cepat membesar dan meluas?

Jawaban: Kebakaran dipicu oleh kombinasi cuaca kemarau ekstrem yang sangat panas dan tiupan angin yang kencang. Karakteristik tumpukan sampah yang mengering membuat api sangat cepat merambat. 

3. Siapa saja pihak dan instansi yang terlibat dalam proses pemadaman?

Jawaban: Penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, BPBD, Kodim serta personel TNI-Polri (Batalyon). 

4. Mengapa kebakaran di TPA sampah sangat sulit dipadamkan dibandingkan kebakaran lahan biasa?

Jawaban: Kesulitan utama terletak pada kedalaman tumpukan sampah yang tinggi ("gunung sampah"), di mana bara panas tersimpan di bawah permukaan tanah. Selain itu, keterbatasan teknologi nozzle inject khusus serta sumber air yang jauh menjadi kendala teknis tambahan. 

5. Metode apa yang digunakan selain penyemprotan air untuk mempercepat pendinginan?

Jawaban: Petugas menggunakan metode pengurugan tanah. Area sampah yang sudah disiram air langsung ditimbun dengan tanah tebal untuk menutup permukaan dan mengunci panas di bagian bawah. 

6. Bagaimana cara petugas memastikan penurunan suhu di area kebakaran pada hari ke-8?

Jawaban: Petugas menggunakan drone pemantau suhu termal. Hasil pantauan menunjukkan suhu area terbakarnya sudah mulai turun dan titik bara api merah berubah menjadi hitam. 

7. Area mana yang menjadi prioritas utama pemadaman oleh tim petugas?

Jawaban: Petugas memprioritaskan zona pinggiran (utara, selatan, dan timur) terlebih dahulu untuk membentengi dan mencegah api meluas ke perkebunan maupun lahan milik warga setempat. 

8. Bagaimana kondisi fisik dan kesehatan para petugas Damkar selama 8 hari beroperasi?

Jawaban: Paparan asap tebal dan bau menusuk menyebabkan petugas mengalami kelelahan dan sesak napas, sehingga memerlukan bantuan pasokan tabung oksigen serta suplemen vitamin dari Dinas Kesehatan.

Salah satu petugas bahkan sempat dilarikan ke RSUD 45 akibat kelelahan usai menangani kebakaran rumah warga beruntun di tengah tugas TPA. 

9. Momen menarik apa yang dilakukan para petugas di tengah penanganan darurat pemadaman?

Jawaban: Para petugas menyempatkan diri menggelar Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI secara sederhana namun khidmat di lokasi TPA sebagai simbol jiwa patriotisme dan dedikasi tugas. 

10. Apa pesan dan imbauan yang disampaikan oleh pihak UPTD Damkar kepada masyarakat?

Jawaban: Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak membakar sampah sembarangan, terutama di musim kemarau, guna mencegah timbulnya bencana kebakaran baru

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.