BANGKAPOS.COM, BANGKA – Aksi penggalangan dana untuk korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam Pawai 17 Agustus di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapat respons besar dari masyarakat.
Dana yang terkumpul sementara dari kegiatan tersebut mencapai puluhan juta.
Jumlah itu masih berupa laporan awal dan diperkirakan terus bertambah setelah seluruh donasi dari berbagai elemen dihimpun.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan penggalangan dana tersebut merupakan bagian dari tema daerah yang diangkat dalam perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Tema besar Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur diterjemahkan di Kabupaten Bangka Selatan melalui Pawai 17 Agustus Peduli NTT.
Pemerintah daerah bersama Forkopimda mengajak masyarakat memanfaatkan momentum karnaval untuk menunjukkan kepedulian kepada warga yang sedang tertimpa musibah.
“Jadi Pawai 17 Agustus di Bangka Selatan Peduli NTT,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (27/8/2026).
Riza Herdavid menyebut dana terkumpul mencapai Rp36 juta tersebut dihimpun dari masyarakat selama dirinya bersama jajaran OPD menyusuri rute pawai dan karnaval.
Angka itu masih merupakan laporan sementara karena proses rekapitulasi donasi belum sepenuhnya selesai.
Selain masyarakat, penggalangan dana juga melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda dan berbagai elemen lainnya.
Selain donasi yang dihimpun saat pawai, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga telah mengumpulkan bantuan sebelum kegiatan berlangsung.
Dana sementara dari kalangan ASN tersebut mencapai sekitar Rp18 juta dan masih dalam proses pengumpulan serta pendataan.
Bantuan juga datang dari lingkungan sekolah melalui dinas pendidikan yang mendorong sekolah-sekolah untuk ikut berpartisipasi.
“Dari perjalanan hari ini, kami kurang lebih mendapat laporan kotor itu dapat Rp36 juta hasil dari saya keliling bersama teman-teman OPD. Di luar itu, ASN kami sendiri sebelum kegiatan ini sudah mengumpulkan dana juga,” jelas Riza Herdavid.
Riza memperkirakan total donasi dari berbagai elemen masyarakat Bangka Selatan dapat mencapai sekitar Rp100 juta.
Perkiraan tersebut berasal dari akumulasi bantuan masyarakat saat karnaval, ASN, sekolah-sekolah, Forkopimda serta elemen lainnya, termasuk bantuan dari Bank Sumsel Babel.
Seluruh bantuan tersebut nantinya akan direkap sebelum disalurkan kepada pihak yang dituju.
Setelah seluruh donasi terkumpul, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan akan melakukan penghitungan secara keseluruhan melalui Dinas Sosial.
Dana tersebut kemudian direncanakan disalurkan melalui rekening resmi Pemerintah NTT sebagai bentuk bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Mekanisme penyaluran akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh dinas teknis terkait agar bantuan dapat disampaikan melalui jalur yang ditetapkan.
“Setelah terkumpul, dihitung total oleh Dinas Sosial, kita akan rencananya akan dikirimkan lagi ke rekening resmi Pemerintah NTT,” ucapnya.
Riza Herdavid berharap masyarakat NTT dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan setelah bencana yang terjadi.
Dirinya ingin para korban tetap dalam kondisi sehat dan tidak mengalami trauma berkepanjangan akibat musibah tersebut. Selain itu, bencana serupa tidak kembali terjadi di wilayah Indonesia.
Kepedulian terhadap daerah yang tertimpa musibah telah menjadi bagian dari semangat gotong royong masyarakat Bangka Selatan.
Ketika daerah lain mengalami bencana, masyarakat didorong untuk ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.
Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang sedang menghadapi musibah.
“Makanya ketika ada daerah yang tertimpa musibah, kebiasaan Bangka Selatan itu untuk selalu ikut berpartisipasi,” pungkas Riza Herdavid.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)