Pakar Sebut Perubahan Iklim Jadi Biang Kerok Longsor dan Banjir Bandang di Nepal
GH News August 27, 2026 08:11 PM
Jakarta -

Banjir dahsyat yang melanda wilayah di Nepal diduga berawal dari longsor yang menjadi banjir besar di kawasan Himalaya. Peristiwa geologi tersebut memicu rangkaian kejadian yang membawa es, bebatuan, dan air dalam jumlah besar ke lembah.

Ahli Geofisika dari Lamont-Doherty Earth Observatory di Columbia University, Goran Ekstrom, mengatakan longsor terjadi di jalur pegunungan dan menyeret sebagian besar atau bagian dari gletser di Himalaya.

Kekuatan longsor disebut sangat besar hingga menghasilkan energi yang setara dengan gempa berkekuatan magnitudo 5,2. Getarannya bahkan tercatat oleh seismograf di berbagai belahan dunia.

Ekstrom menyebut kejadian serupa pernah terjadi di kawasan Himalaya. Namun, ia menilai peristiwa kali itu tergolong sebagai peristiwa geofisika yang sangat besar.

Menurutnya, material batu yang meluncur dari lereng menghasilkan energi dan panas. Kondisi itu kemudian dapat mempercepat pencairan gletser dan menyebabkan air dalam jumlah besar mengalir ke bagian bawah gunung.

Es, bebatuan, dan air kemudian menerjang lembah. Ekstrom memperkirakan tinggi banjir mencapai 130-160 kaki atau sekitar 40-49 meter. Air juga diperkirakan bergerak dengan kecepatan hingga 44 mil per jam atau sekitar 71 km per jam.

Perubahan iklim disebut turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Ekstrom menyebut pemanasan global mempercepat pencairan es dan gletser di berbagai wilayah dunia. Meski peristiwa seperti ini tetap bisa terjadi tanpa perubahan iklim, kondisi tersebut kemungkinan dapat memperkuat dampaknya.

"Secara umum, longsor di kawasan pegunungan seperti ini semakin sering terjadi. Hal itu sudah diketahui dan berkaitan dengan mencairnya gletser," kata Ekstrom.

Banjir tersebut menewaskan sedikitnya 160 orang. Hingga saat ini, Dewan Pariwisata Nepal mencatat sekitar 348 warga negara asing dilaporkan masih dalam pencarian.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.