GANTUNG, BABEL NEWS - Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten bersama unsur jajaran Forkopimcam dan para petani melaksanakan panen jagung bersama di area persawahan Danau Nujau, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kamis (27/8). Adapun lahan yang dipanen berukuran 5 hektare, dengan hasil panen sekitar 7-9 ton dalam satu kali panen.
Kamarudin Muten menekankan, pentingnya membangun kemandirian ekonomi daerah agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada sektor pertambangan timah. Ia mengingatkan sumber daya tambang suatu saat akan habis, sehingga sektor pertanian harus dipersiapkan secara matang sebagai fondasi ekonomi pasca-tambang.
"Bukan berarti tambang tidak boleh, boleh! Sangat baik dengan harga yang bagus sekarang. Tapi kita harus persiapkan pasca-tambang itu apa yang harus kita kerjakan. Jangan semua ketergantungan dengan tambang," ujar Kamarudin Muten.
Ia juga menegaskan agar dinas teknis terkait, seperti Dinas Pertanian, lebih aktif menjemput berbagai program bantuan peralatan dan anggaran dari Kementerian Pertanian di pusat. Kalau bisa, kata dia, para OPD jangan hanya menunggu perintah bupati, tapi harus gesit mengambil peluang yang sudah disediakan oleh pemerintah pusat.
Kamarudin Muten juga menyoroti peluang besar dari program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden, di mana Belitung Timur sendiri membutuhkan pasokan bahan pangan yang sangat besar. "Di Belitung Timur saja ada 14 SPPG. Kalau kita tidak mulai tanam dari sekarang, belanjanya keluar Pulau Belitung. Jangan sampai kebutuhan kita didatangkan dari luar semua," ucapnya.
Ketua Kelompok Tani Bina Tani, Dedi Junaidi, juga menyampaikan dinamika pengolahan lahan di lapangan. Dedi menyampaikan aspirasi serta gambaran optimistis pengolahan lahan di kawasan Danau Nujau.
Ia mengungkapkan kehadiran para pejabat daerah menjadi penyemangat bagi para petani, khususnya anak-anak muda dan mantan penambang yang kini beralih profesi menanam jagung. Ia menegaskan bahwa lahan tidur di Belitung Timur sebenarnya menyimpan potensi ekonomi luar biasa jika dikelola bersama teknik penanaman yang tepat.
"Di antara semak belukar dan ilalang itu kalau kita garap dan kelola, Insya Allah di situ ada emas dan permata. Jagung ini potensinya sangat menggiurkan dan tidak memilih tanah, sekalipun tanah kritis," ungkap Dedi.
Dedi juga memaparkan bukti keberhasilan budi daya kelompoknya yang mampu memanen hingga empat kali dalam kurun waktu 13 bulan, dengan hasil panen yang selalu habis terserap pasar. Ia berharap pemerintah daerah dapat terus memberikan perhatian dan dukungan penuh, terutama dalam penyediaan bibit unggul yang tahan terhadap hama dan cuaca ekstrem.
"Kami berharap kepada Pak Bupati beserta instansi terkait, ayo jagung jangan dianggap sepele. Mari kita gerakan bersama karena hasilnya sangat mumpuni untuk menyejahterakan petani," katanya. (z1)
Lampaui Target Program Pangan Polri
KEPOLISIAN Resor Belitung Timur berkomitmen mendukung dan mengawal program ketahanan pangan nasional di tingkat kabupaten. Dukungan tersebut berasal dari Kapolres Belitung Timur, AKBP Husni Tamrin, usai menghadiri panen bersama jagung dan semangka di kawasan persawahan Danau Nujau, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kamis (27/8).
Husni Tamrin mengungkapkan, agenda panen kali ini tidak sekadar memetik buah hasil pertanian semata. Menurutnya, panen yang dilakukan di atas lahan seluas 5 hektare tersebut merupakan bukti ketekunan dan kerja keras petani lokal.
"Hari ini kita panen tidak hanya panen jagung, tapi kita melihat langsung panen ketekunan dan kerja keras para petani yang ada di Kecamatan Gantung, khususnya di bawah binaan Pak Dedi," ujar Husni Tamrin.
Ia menjelaskan, kepolisian sejatinya memiliki program pembinaan ketahanan pangan di tingkat bawah, di mana setiap desa ditargetkan minimal memiliki 2 hektare lahan tanam jagung. Namun, pencapaian yang ditunjukkan oleh Kelompok Tani "Bina Tani" di Danau Nujau dinilainya sangat membanggakan karena berhasil melampaui target tersebut.
"Melalui program yang ada sekarang, satu desa itu minimal ada 2 hektare untuk tanam jagung. Tapi di sini cukup membanggakan bagi kami, Pak Dedi sudah menanam kurang lebih 5 hektare," ucapnya.
Tak berhenti di situ, pihak kepolisian juga menerima informasi bahwa kelompok tani setempat berencana memperluas area tanam jagung hingga mencapai 30 hektare. Dirinya menegaskan, Polres Belitung Timur siap memberikan dukungan penuh dari segi pengawalan maupun koordinasi lintas sektor.
"Kami mendapatkan informasi bahwa beliau akan mengembangkan hingga 30 hektare. Kami siap mendukung, apapun kebutuhannya kami akan terus berkoordinasi," ungkapnya. (z1)