TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE - Upaya mencegah penyalahgunaan obat-obat tertentu (OOT) terus diperkuat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut).
Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu yang digelar di Bunaken Ballroom Hotel Tahuna Beach, Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, kepolisian, kejaksaan, pengadilan serta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sangihe, Ir. Gregorius Dominus Londo, ST., SE., M.Sc., yang mewakili Bupati Sangihe. Turut hadir Dandim 1301/Sangihe Letkol CZI Nazarudin, ST., MIP, Danden Pomal Tahuna Mayor Laut (PM) Ferry Rungkat yang mewakili Danlanal Tahuna, Ketua Pengadilan Negeri Tahuna Sigit TryAtmojo, SH., MH, serta Wakapolres Sangihe Kompol Jendri Sermanus Lewan, SE.
Selain itu, hadir Kasi Pidum Kejari Kepulauan Sangihe Muhammad Fahmi Abdillah, SH, Kepala Balai POM di Kepulauan Sangihe Christian Asprian Wijaya, S.Si., Apt., serta sejumlah personel dan undangan lainnya.
Kepala Balai POM di Sangihe Christian Asprian Wijaya menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan.
“Obat-obat tertentu yang digunakan tidak sesuai peruntukannya, terlebih tanpa resep atau pengawasan dokter, tentu memiliki risiko terhadap kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, BPOM memiliki peran strategis dalam melindungi masyarakat melalui pengawasan, pencegahan, edukasi hingga penindakan sesuai kewenangan.
Ia juga menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan OOT tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan komunikasi, edukasi, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Saya mengajak bapak dan ibu semua untuk menjadi bagian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu,” katanya.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, Asisten II Gregorius Dominus Londo mengatakan persoalan penyalahgunaan obat tertentu harus mendapat perhatian serius karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan.
“Penyalahgunaan obat-obat tertentu merupakan persoalan yang harus kita sikapi secara serius. Permasalahan ini bukan hanya menyangkut aspek kesehatan, tetapi juga ketertiban sosial, masa depan generasi muda dan kualitas sumber daya manusia,” kata Londo.
Ia menyebut obat yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pengobatan dapat menimbulkan dampak buruk apabila disalahgunakan, baik bagi individu, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar langkah pencegahan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur.
“Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, penegak hukum, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat,” ujarnya.
Londo berharap aksi nasional tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan langkah nyata berupa edukasi kepada masyarakat, peningkatan pengawasan terhadap peredaran dan penggunaan obat, penguatan peran tenaga kesehatan serta penegakan aturan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengajak para orang tua, guru dan tokoh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada generasi muda dari penyalahgunaan obat-obatan.
“Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat. Karena itu, mari bersama-sama menjaga generasi muda Sangihe agar tetap sehat, berkarakter dan memiliki masa depan yang baik,” tandasnya.
(TribunManado.co.id/Edu)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK