Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara akan menerapkan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di kawasan exit Tol Plumpang Tanjung Priok, sebagai upaya mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas.

Rekayasa lalu lintas itu dilakukan di depan Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, serta putar balik (U-turn) Plumpang arah Yos Sudarso menuju Kelapa Gading.

"Aksi uji coba rekayasa lalu lintas ini juga sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai pelanggaran melawan arah serta praktik pungutan liar (Pungli) di depan Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara," kata Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan Sudinhub Jakarta Utara, Wahyu Wijayanto di Jakarta, Kamis.

Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Pihaknya ingin menghindari adanya kendaraan roda dua yang melawan arah dari Sungai Bambu menuju Plumpang.

“Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan lainnya," kata dia.

Uji coba rekayasa lalin tersebut berlangsung pada 28 Agustus hingga 5 September 2026. Rekayasa difokuskan pada pengaturan kendaraan yang keluar dari off-ramp Yos Sudarso serta kendaraan yang melakukan putar balik dari arah selatan maupun utara.

Menurut dia, dalam pelaksanaan nantinya akan dipasang pembatas jalan (barrier) sepanjang kurang lebih 480 meter. Posisi barrier digeser ke sisi kanan atau sisi timur jalan agar membentuk jalur khusus yang menyerupai jalur busway.

"Berbeda dari sebelumnya, barrier kini digeser ke sisi kanan jalan atau sisi timur untuk menciptakan jalur khusus yang menyerupai jalur busway," kata dia.

Wahyu memaparkan jalur tersebut nantinya digunakan secara bersama-sama (mix) oleh bus Transjakarta dan kendaraan yang akan melakukan putar balik menuju arah Kelapa Gading.

Untuk meningkatkan aspek keselamatan barrier yang digunakan merupakan kombinasi pembatas beton dan plastik. Barrier plastik ditempatkan di bagian awal dan akhir jalur untuk mengurangi risiko fatal apabila terjadi kecelakaan.

"Pada bagian ujung awal dan akhir, kami menggunakan barrier plastik untuk meminimalisir kondisi yang fatal jika terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan," kata dia.

Ia menuturkan, uji coba rekayasa Lalin ini berlangsung selama satu pekan dan selama pelaksanaan, empat petugas dikerahkan setiap hari untuk membantu mengatur arus lalu lintas sekaligus melakukan analisis dan evaluasi terhadap penerapan rekayasa tersebut.

"Setelah satu pekan uji coba, kami evaluasi hasilnya. Kami juga sudah melakukan rapat teknis dengan para pemangku kepentingan terkait dan memasang spanduk imbauan agar masyarakat pengguna jalan mendapatkan informasi," ujar Wahyu.

Ia mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalin serta mengikuti arahan petugas selama uji coba berlangsung. Upaya tersebut diperlukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mendukung keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan.

"Semoga uji coba ini dapat memecahkan permasalahan lalu lintas di sekitar lokasi tersebut," katanya.