Jakarta (ANTARA) - Jajaran Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur (Jaktim), mengembangkan pemanfaatan limbah organik dengan mengolah daun-daun kering menjadi pupuk organik.

"Selain memanfaatkan lahan kantor untuk kegiatan urban farming, Kelurahan Pinang Ranti juga mengembangkan pemanfaatan limbah organik dengan mengolah daun-daun kering menjadi pupuk organik," kata Lurah Pinang Ranti Nani Yuslina di Jakarta, Kamis.

Daun kering tersebut dikumpulkan dari kegiatan penyapuan jalanan di seluruh wilayah Kelurahan Pinang Ranti oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Menurut Nani, limbah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah kemudian diolah kembali sehingga memiliki nilai manfaat.

"Daun-daun kering hasil penyapuan jalanan oleh PPSU kami manfaatkan dan olah menjadi pupuk organik," ujar Nani.

Pupuk organik yang dihasilkan selanjutnya untuk mendukung kegiatan urban farming di halaman Kantor Kelurahan Pinang Ranti. Selain memenuhi kebutuhan tanaman, pupuk tersebut juga memiliki potensi untuk dijual kepada masyarakat.

Dia berharap, pengelolaan limbah organik dan pengembangan urban farming dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut, kata dia, dapat memberikan manfaat ganda, yakni mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan nilai ekonomi dari hasil pertanian.

"Dengan memanfaatkan lahan dan mengolah limbah organik menjadi pupuk, kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat," ucap Nani.

Selain itu, Kelurahan Pinang Ranti juga menghasilkan beragam komoditas pertanian, antara lain satu kilogram terong bulat, dua kilogram terong ungu, tiga kilogram cabai hijau, satu kilogram pare, tiga buah labu air, lima kilogram lengkuas, dan lima kilogram sereh.

Hasil panen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bukti pemanfaatan lahan secara optimal, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.