TRIBUNNEWS.COM - Kembalinya kompetisi sepak bola putri di Indonesia menjadi angin segar bagi perkembangan olahraga tersebut.
Setelah terakhir kali digelar pada 2019, Indonesia Womens League 2026/2027 atau Liga Putri Indonesia akan kembali bergulir mulai 17 Oktober 2026 hingga akhir Januari 2027.
Sebanyak enam klub akan ambil bagian, yakni Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United, Garudayaksa, Persikad Depok, dan Bekasi FC.
Kembalinya Liga Putri Indonesia turut mendapat sambutan positif dari pelatih kepala Sekolah Sepak Bola (SSB) Princess Wijaya Saputra yang berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Cici Fatimah Azzahra.
Wanita yang akrab disapa Cici tersebut menilai kembalinya Liga Putri Indonesia sebagai sinyal positif bagi perkembangan sepak bola wanita di Tanah Air.
"Saya sangat senang, bergulirnya kembali liga putri Indonesia merupakan kabar yang sangat positif, bukan hanya bagi pemain, tetapi juga bagi pelatih dan seluruh ekosistem sepak bola putri."
"Setelah terakhir kali kompetisi liga digelar pada 2019, tentu ada kerinduan yang cukup besar untuk melihat kompetisi putri berjalan secara reguler dan berkelanjutan," kata Cici, ketika dihubungi Tribunnews, Rabu (26/8/2026).
Baca juga: Liga Putri Indonesia Kembali Bergulir 17 Oktober: 6 Klub Siap Bersaing di Jakarta
Meski menyambut antusias kembalinya liga, Cici menilai tantangan terbesar berikutnya adalah memastikan kompetisi dapat berlangsung secara konsisten.
Menurutnya, keberadaan liga secara rutin akan memberikan ruang bagi pemain untuk berkembang, sekaligus meningkatkan kualitas pelatih dan klub.
Dampak jangka panjangnya juga diharapkan dapat dirasakan oleh Timnas Putri Indonesia.
"Namun, menurut saya tantangannya adalah bagaimana menjaga agar liga ini tidak hanya menjadi sebuah kompetisi yang berlangsung satu musim, tetapi benar-benar menjadi kompetisi yang konsisten setiap tahun."
"Karena keberlanjutan kompetisi akan sangat menentukan kualitas pemain, pelatih, klub, dan akhirnya kualitas timnas putri Indonesia," ujar Cici.
Harapannya, pendapat Cici tersebut bisa direalisasikan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk terus menggulirkan Liga Putri Indonesia di masa mendatang.
Pelatih berlisensi D tersebut juga melihat potensi antusiasme terhadap Liga Putri Indonesia cukup besar.
Maka dari itu, momentum kembalinya Liga Putri Indonesia dinilai perlu dijaga agar perkembangan sepak bola putri tidak kembali berjalan secara sporadis.
"Jadi saya cukup optimistis antusiasmenya akan besar."
"Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga momentum ini agar sepak bola putri Indonesia tidak lagi berjalan secara sporadis, tetapi memiliki ekosistem yang benar-benar berkelanjutan dari grassroots sampai timnas," tambah Cici.
Keberlanjutan Liga Putri Indonesia pada akhirnya bukan hanya soal memastikan kompetisi tetap bergulir, namun juga menjadi fondasi untuk menciptakan regenerasi pemain dan memperkuat kualitas Timnas Putri Indonesia.
(Tribunnews.com/Isnaini)