TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA di Provinsi Jambi mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga Kamis (27/8/2026), tercatat 43 calon siswa telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi menegaskan pendaftaran PJJ masih dibuka hingga batas cut off Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada 31 Agustus 2026.
Meski jadwal pendaftaran reguler dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah berakhir, kebijakan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah masih memungkinkan penerimaan siswa baru melalui program PJJ.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi, M Umar My, mengatakan 43 calon siswa tersebut tersebar di sejumlah daerah.
Sebanyak empat calon siswa tercatat berasal dari Kabupaten Bungo dan lima siswa dari Kabupaten Batang Hari. Sementara sisanya terdaftar melalui SMA Negeri 10 Kota Jambi sebagai sekolah induk.
“Angka ini menempatkan Provinsi Jambi pada tingkat partisipasi PJJ ke-6 secara nasional,” kata M Umar My, Kamis (27/8/2026).
Pemerintah Provinsi Jambi terus memasifkan sosialisasi program tersebut untuk menjangkau anak tidak sekolah (ATS), khususnya kelompok usia 16 hingga 18 tahun.
Di Kota Jambi, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk melakukan pendataan terhadap penduduk usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan.
Respons positif juga datang dari daerah. Saat kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Kabupaten Bungo, sejumlah kepala desa atau Rio berharap remaja berusia 16 hingga 18 tahun yang terdata sebagai ATS di wilayah mereka dapat diakomodasi melalui program PJJ.
Guru dan Sarana PJJ Disiapkan
M Umar My mengatakan kesiapan tenaga pendidik menjadi salah satu perhatian utama karena proses pembelajaran dalam program PJJ akan dilakukan secara daring.
Sistem pembelajaran tersebut akan mengadopsi pengalaman pembelajaran daring yang sebelumnya diterapkan saat pandemi Covid-19.
“Para guru di sekolah induk seperti SMAN 10 Kota Jambi, SMAN 10 Batang Hari, dan SMAN 1 Bungo telah mendapatkan pelatihan secara simultan bersama tim BTIKP,” katanya.
Selain menyiapkan tenaga pendidik, Pemerintah Provinsi Jambi juga mulai merancang dukungan anggaran untuk pelaksanaan program PJJ pada 2027.
Salah satu kebutuhan yang disiapkan adalah pembangunan studio perekaman untuk mendukung penyusunan modul pembelajaran interaktif.
Pemprov Jambi juga telah berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Jambi agar program penuntasan ATS mendapat perhatian dalam pembahasan dan pengalokasian anggaran.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi, jumlah ATS di Jambi mencapai sekitar 54 ribu orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 6.400 anak merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi pada jenjang SMA dan sederajat.
Melalui program PJJ, pemerintah menargetkan intervensi terhadap 2.935 anak.
Namun, pelaksanaan program masih menghadapi tantangan dalam pendataan ATS. Dalam verifikasi lapangan di tingkat kelurahan, ditemukan sejumlah anak yang masih tercatat dalam data lama ternyata telah pindah ke provinsi lain atau meninggal dunia.
Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi mendorong pemerintah desa dan kelurahan melakukan verifikasi serta validasi ulang data agar program PJJ dapat menjangkau sasaran yang benar-benar membutuhkan akses pendidikan. (TribunJambi.com/Sopianto)
Baca juga: Pempek Selam Berisi Sabu Sampai ke Rutan Polda Jambi tapi Petugas Curiga
Baca juga: Jumlah Hotspot Jambi Malam Ini Melonjak Drastis Jadi 40 Titik, Luas Karhutla 916 Hektare