Produksi Ikan Terpengaruh Cuaca, Dinas Perikanan Gorontalo Siapkan Langkah Antisipasi
Wawan Akuba August 27, 2026 10:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Perubahan cuaca mulai memengaruhi aktivitas nelayan dan produksi ikan di Provinsi Gorontalo.

Kondisi angin timur membuat nelayan perlu lebih berhati-hati dalam menentukan waktu dan lokasi penangkapan ikan.

Meski demikian, aktivitas nelayan tidak sepenuhnya berhenti. Nelayan masih dapat melaut dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan di laut.

Baca juga: Ghalieb Heran Isu Golkar-Pemprov Gorontalo Ramai, Padahal Hasil Rapat Fraksi Belum Rilis Publik

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo Aryanto Husain mengatakan, pihaknya tidak melarang nelayan untuk tetap melaut.

Namun, nelayan diminta memahami kondisi perairan sebelum beraktivitas.

"Kami mendorong agar supaya nelayan tetap memperhatikan perubahan angin ini. Walaupun demikian kami tidak melarang untuk mereka melaut. Tapi dalam catatan harus menguasai medan dan paham cuaca, bisa menjaga diri," kata Aryanto kepada TribunGorontalo.com, Kamis (27/8/2026).

Menurut Aryanto, nelayan pada dasarnya memiliki pengalaman dalam membaca kondisi laut.

Meski begitu, perubahan arah angin dan cuaca tetap perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan aktivitas penangkapan.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap produksi ikan di Gorontalo.

Aryanto mengatakan produksi ikan mengalami kecenderungan penurunan, meski belum dalam jumlah yang signifikan.

"Memang ada kecenderungan menurun, walaupun tidak signifikan. Dan alhamdulillah kita bisa antisipasi dari produksi ikan dari Gorontalo Utara," ujarnya.

Pasokan ikan dari Gorontalo Utara menjadi salah satu penyangga kebutuhan ikan di daerah.

Dengan adanya pasokan tersebut, penurunan produksi akibat kondisi cuaca sejauh ini belum sampai mengganggu permintaan masyarakat secara signifikan.

"Untuk kebutuhan ikan, belum secara signifikan mengganggu permintaan," kata Aryanto.

Aktivitas perdagangan ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) juga masih berlangsung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pedagang masih menjual berbagai jenis ikan meski pasokan tidak seperti kondisi normal.

Salah seorang penjual ikan di TPI, Tante Opan (51), mengatakan ikan oci lajang dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram.

Sementara cakalang atau deho berada di kisaran Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

Untuk ikan tuna, harganya berada di kisaran Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

Di tengah kondisi tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk menghadapi fluktuasi musim dan perubahan cuaca.

Salah satunya melalui pengembangan teknologi pascapenangkapan.

Aryanto mengatakan hasil tangkapan nelayan perlu memiliki pilihan pemanfaatan selain dijual dalam kondisi segar.

"Kedepan fluktuasi musim dan perubahan cuaca ini, kita mengupayakan adanya teknologi pasca penangkapan yang bisa membuat ikan kita bisa diolah lagi. Yakni diversifikasi untuk olahan ikan," jelasnya.

Menurut Aryanto, diversifikasi produk dapat memberikan pilihan bagi pelaku usaha dalam memanfaatkan hasil tangkapan.

Ikan yang diperoleh saat kondisi laut memungkinkan dapat diolah menjadi berbagai produk sehingga tidak seluruhnya bergantung pada penjualan ikan segar.

Dengan cara tersebut, hasil tangkapan juga dapat memiliki masa simpan yang lebih panjang.

Namun, pengembangan produk olahan ikan masih menghadapi tantangan dari sisi kebiasaan konsumsi masyarakat.

Aryanto mengatakan masyarakat Gorontalo masih lebih banyak mengonsumsi ikan dalam kondisi segar.

"Memang masyarakat Gorontalo masih mengkonsumsi olahan ikan segar, belum terbiasa dengan produk olahan. Tapi dengan cuaca seperti ini kita bisa melakukan persiapan-persiapan," katanya.

Karena itu, pengembangan teknologi pascapenangkapan dan diversifikasi produk menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah daerah menghadapi perubahan kondisi musim.

Selain menjaga keberlanjutan aktivitas nelayan, langkah tersebut diarahkan agar hasil perikanan tetap memiliki nilai ekonomi.

Untuk saat ini, kondisi cuaca belum menyebabkan kebutuhan ikan masyarakat Gorontalo terganggu secara signifikan.

Pasokan dari Gorontalo Utara masih membantu memenuhi kebutuhan pasar.

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo juga terus mendorong nelayan agar memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat melaut.

Sementara untuk menghadapi perubahan musim dalam jangka panjang, pengembangan teknologi pascapenangkapan dan diversifikasi produk olahan menjadi salah satu langkah yang disiapkan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.