Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Health & Travel Wellness Fair (HTWF) 2026 yang digelar di Paskal 23 Shopping Centre, Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi momentum untuk memperkuat potensi medical tourism di Kota Bandung.
Medical tourism atau wisata medis adalah kegiatan bepergian ke kota atau negara lain untuk mendapatkan layanan kesehatan di lokasi tujuan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dr. Deborah Johana Rattu mengatakan, Bandung memiliki dua modal utama untuk mengembangkan wisata medis, yakni fasilitas kesehatan dan destinasi wisata.
Menurutnya, kedua potensi tersebut dapat dikembangkan secara terpadu sehingga masyarakat yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan juga dapat menikmati berbagai destinasi wisata di Kota Bandung.
Baca juga: Disulap Jadi Wisata Kuliner Kelas Dunia, Proyek Pasar Baru-Pecinan Lama Murni Pakai Investasi Swasta
“Medical tourism-nya pasti akan sangat positif. Karena kita di Kota Bandung ini khususnya banyak sekali tempat-tempat wisata dan rumah sakit yang baik juga,” ujar Deborah saat ditemui di lokasi HTWF 2026, Kamis (27/8/2026).
Deborah mengatakan, Pemkot Bandung akan terus menggali keunggulan masing-masing rumah sakit dan mendorong kolaborasi dengan sektor pariwisata.
Kolaborasi tersebut, kata Deborah, dapat dikembangkan dalam bentuk paket layanan yang menggabungkan kebutuhan kesehatan dengan perjalanan wisata.
“Mudah-mudahan dengan pelayanan kita yang semakin baik, yang ke luarnya juga akan semakin baik,” katanya.
Deborah menyebut saat ini terdapat dua rumah sakit di Kota Bandung yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit wisata medis, yakni RSUD Bandung Kiwari dan RS Santosa Central (Kebonjati).
“Kita sedang menunggu beberapa rumah sakit lain karena harus di-SK-kan oleh Kementerian. Selebihnya memang banyak rumah sakit yang masih membuka sendiri untuk lokal. Tapi yang diakui secara sah oleh Kemenkes baru dua di Kota Bandung,” katanya.
Menurut Deborah, perkembangan akses transportasi juga menjadi modal penting untuk mendorong wisata medis di Kota Bandung. Kehadiran Whoosh, misalnya, membuat masyarakat dari luar Jawa Barat lebih mudah datang ke Bandung untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Enggak hanya dari luar negeri, tapi dari luar provinsi juga bisa datang ke Kota Bandung. Jadi positif, mudah-mudahan wisata medis kita semakin meningkat,” ucapnya.
HTWF 2026 sendiri digelar di Mini Atrium Level 1 Paskal 23 Shopping Centre, Bandung, pada 27-30 Agustus 2026. Pameran tersebut mempertemukan rumah sakit dan fasilitas kesehatan dari Indonesia dan Malaysia.
Direktur Conext Maxima sekaligus penyelenggara HTWF 2026, Laode Syawalludin mengatakan, sekitar 14 rumah sakit dari Indonesia dan Malaysia ikut ambil bagian dalam pameran tersebut.
Baca juga: Parade Perahu Pasirtugaran Jatigede Didorong Jadi Destinasi Wisata Baru Sumedang
“Pameran ini diselenggarakan untuk memberikan informasi yang berimbang. Rumah sakit dalam dan luar negeri itu sebetulnya sama-sama bagus,” kata Laode.
Selain mendapatkan informasi layanan kesehatan, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai promo medical check-up hingga layanan kesehatan lainnya.
Dinas Kesehatan Kota Bandung turut membuka booth Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama pameran berlangsung. HTWF 2026 dibuka untuk masyarakat umum secara gratis setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.