Cek Daftar Fasilitas Wisata Pagat Batu Benawa HST Kalsel yang Masuk Rencana Rehabilitasi Tahun Ini
Edi Nugroho August 27, 2026 11:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Daftar fasilitas wisata Pagat Batu Benawa HST yang masuk rencana rehabilitasi tahun Ini

 Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mulai menyiapkan pengembangan kawasan wisata Pagat Batu Benawa.

Tak hanya memperbaiki fasilitas yang ada, pemerintah juga membidik perluasan kawasan agar akses kendaraan bisa mencapai bagian bawah objek wisata.

Kabid Pariwisata Disporabudparekraf HST, M. Ihsan, mengatakan pengembangan tersebut dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

Baca juga: Kesalahan Fatal Oknum Guru di Tanahbumbu Hingga Ditangkap Polisi, Terseret Perbuatan Terlarang Ini

Baca juga: Situasi Layanan Skrining TBC yang Diikuti 100 Warga Desa Nungka Balangan Kalsel

Untuk tahap awal, sekitar 11 item sarana dan prasarana di kawasan wisata Pagat Batu Benawa direncanakan direhabilitasi tahun ini.

Fasilitas yang masuk perhatian antara lain loket, toilet, aula pertemuan, musala, gazebo hingga tangga.

“Ada sekitar 11 item sarana prasarana yang perlu direhabilitasi atau diperbaiki, supaya kelihatan menarik, indah dan selalu berkesan kepada pengunjung,” kata Ihsan, Kamis (27/08/2026).

Paket pekerjaan rehabilitasi tersebut kini dalam proses melalui LPSE. Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) pekerjaan diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Namun, pembenahan fasilitas bukan satu-satunya rencana pemerintah. Dalam pengembangan jangka panjang, Pemkab HST berencana membebaskan lahan di sisi kawasan wisata.

Langkah itu ditujukan agar kendaraan roda dua maupun roda empat nantinya dapat menjangkau bagian bawah objek wisata.

“Kita rencana pembebasan tanah di samping lagi supaya akses roda empat dan roda dua bisa sampai ke bawah,” ujarnya.

Kawasan tersebut juga disiapkan untuk pengembangan bumi perkemahan. Area itu nantinya dapat dimanfaatkan Pramuka, Karang Taruna maupun kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Selain itu, pemerintah membuka peluang pengembangan agrowisata sebagai bagian dari diversifikasi daya tarik Pagat Batu Benawa.

Ihsan menyebut keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh rencana tersebut. Karena itu, pembenahan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan paling mendesak.

Masukan pengunjung juga menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan fasilitas yang perlu diperbaiki.

“Kami banyak menampung masukan para pengunjung. Harapannya kita bisa berbenah lagi dengan objek wisata kita dan menjadikan Gunung Batu Pagat sebagai ikon HST,” pungkasnya. 

7 Tips Aman Wisata Air Terjun Saat Musim Hujan, Perhatikan Hal Ini

Melakukan kegiatan di luar ruangan bisa menjadi lebih menantang, khususnya saat memasuki musim penghujan. 

Apalagi, jika berencana melakukan liburan ke tempat wisata alam, misalnya ke air terjun atau curug.  

Jika kamu tetap ingin berwisata dengan aman ke air terjun saat musim hujan, berikut Kompas.com rangkum tipsnya:

1. Liburan saat cuaca cerah

Salah satu tips penting liburan ke tempat wisata alam, termasuk wisata air terjun, adalah memastikan bahwa cuaca sedang cerah saat wisatawan akan berangkat, seperti yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (27/2/2019).

Apabila hujan turun, tunda dulu perjalanan dan tunggu hingga cuaca membaik, kemudian barulah untuk berangkat ke lokasi wisata. 

Berangkat saat hujan turun dapat membahayakan perjalanan lantaran jalanan menjadi licin dan rawan terjadi longsor.

2. Berangkat pada pagi hari

Demi bisa menikmati liburan ke tempat wisata alam, wisatawan dianjurkan berangkat pada pagi hari. Hal ini karena biasanya hujan akan turun saat siang atau sore hari. 

Selain itu, dengan datang lebih awal, wisatawan punya banyak waktu untuk menikmati keindahan air terjun, sekaligus bermain air.

3. Selalu bawa payung dan jas hujan

Saat liburan ke air terjun saat musim hujan, pastikan selalu membawa payung ataupun jas hujan. 

Hal itu bertujuan agar wisatawan tak kehujanan, terutama ketika dalam sekejap hujan turun dengan derasnya di lokasi wisata. 

Membawa dua benda tersebut juga berguna meski tak hujan, misalnya untuk melindungi diri dari cipratan air terjun. 

Air terjun Madakaripura dengan ketinggian sekitar 200 meter menjadi air terjun tertinggi kedua di Indonesia.

4. Jaga daya tahan tubuh

Penting bagi wisatawan untuk menjaga kesehatan agar tak mudah jatuh sakit saat liburan. 

Wisatawan bisa berolahraga secara teratur, dan hal tersebut akan sangat berguna ketika mengunjungi tempat wisata air terjun, dilansir dari Kompas.com, Senin (1/2/2021). 

Jika berolahraga secara teratur, maka fisik tak akan mudah lelah saat harus melewati jalan curam dan terjal untuk menuju ke lokasi air terjun. 

Diketahui bahwa kebanyakan air terjun terletak di kawasan hutan atau pegunungan yang punya akses jalan yang tak begitu bagus dan jauh dari permukiman penduduk. 

5. Segera pergi setelah hujan turun

Ketika tengah asyik bersantai dan bermain di sekitar air terjun, dan tiba-tiba turun hujan, wisatawan disarankan untuk segera meninggalkan lokasi. 

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, yaitu aliran air terjun yang semakin deras dan sungai di sekitarnya yang meluap, sehingga dapat menyebabkan banjir. 

Selain itu, pergi setelah hujan juga bertujuan menjaga agar benda-benda elektronik tidak kebasahan. 

6. Jangan terlalu dekat dengan sungai

Saat musim penghujan, aliran air sungai di sekitar air terjun biasanya lebih deras dibanding saat musim kemarau. 

Demi keamanan dan keselamatan diri, jangan bermain terlalu dekat dengan sungai. Sehingga, bila banjir muncul, wisatawan bisa langsung lari menyelamatkan diri dan tak terseret arus. 

7. Bawa wadah barang elektronik

Wisatawan dianjurkan membawa plastik ataupun tas antiair guna menyimpan barang-barang berharga, seperti smartphone ataupun kamera.

Seandainya hujan tiba-tiba turun, wisatawan dapat dengan segera menyimpan barang tersebut agar aman dari air. 

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene/kompas.com).  

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.