TRIBUNJAKARTA.COM - Situasi di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta, sempat kacau pada Kamis (27/8/2026) malam.
Kondisi tersebut terjadi sekitar pukul 21.41 WIB setelah aksi petasan dan tembakan gas air mata mewarnai kawasan tersebut.
Pantauan wartawan TribunJakarta, Gerald Leonardo Agustino di lokasi pukul 21.41 WIB, massa yang sebelumnya memenuhi ruas Jalan Pejompongan Raya terus bergerak mundur setelah mendapat dorongan dari petugas.
Pergerakan massa terlihat mengarah ke wilayah menuju kawasan Stasiun Karet.
Massa yang mundur tidak hanya berjalan kaki.
Sejumlah orang juga terlihat menggunakan sepeda motor saat bergerak menjauh dari titik kericuhan.
Sebelum dipukul mundur, massa terlihat memenuhi ruas Jalan Pejompongan Raya, terutama di bagian jalan yang berada dekat dengan permukiman warga.
Kerumunan tersebut membuat situasi di sekitar kawasan permukiman menjadi ramai pada malam hari.
Petasan yang meledak di tengah situasi tersebut turut membuat kondisi semakin riuh.
Tak lama berselang, gas air mata kembali mewarnai kawasan Pejompongan.
Massa kemudian berangsur mundur dari ruas Jalan Pejompongan Raya dan bergerak menuju arah Penjernihan serta Stasiun Karet.
Hingga sekitar pukul 21.41 WIB, kondisi di Jalan Pejompongan Raya masih berlangsung dinamis dengan massa yang terus bergerak menjauh dari titik kericuhan.
Baca juga: Gas Air Mata Ditembakkan di Depan RS Bhakti Mulia Slipi, Massa Berhamburan Masuk Rumah Sakit
Baca juga: Update Demo 27 Agustus Pukul 23.00 WIB: Lima Truk Hancur di Kemanggisan, Massa Masih Kuasai Slipi
Baca juga: UPDATE 5 Akses Tol Ditutup Imbas Aksi Massa di DPR, Pengendara Bisa Lewat Tol Layang atau JORR