Petugas kepolisian menembakkan gas air mata di depan Rumah Sakit (RS) Bhakti Mulia, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 22.20 WIB.
Tembakan gas air mata tersebut dilakukan untuk memukul mundur massa yang masih bertahan di sekitar lokasi aksi.
Pantauan wartawan TribunJakarta, Annas Furqon Hakim di lokasi pukul 22.20 WIB, kepulan gas air mata terasa kuat hingga area sekitar rumah sakit.
Sejumlah orang mengeluhkan mata perih setelah terdampak gas tersebut.
Sesaat setelah gas air mata ditembakkan, massa yang berada di sekitar lokasi tampak berhamburan untuk menjauh dari titik tembakan.
Sebagian massa bahkan masuk ke area RS Bhakti Mulia untuk menghindari paparan gas air mata.
Situasi tersebut terjadi ketika polisi berupaya membubarkan kerumunan dan mengosongkan area di sekitar rumah sakit.
Gas air mata masih terasa di sekitar lokasi beberapa saat setelah ditembakkan, membuat kondisi di depan rumah sakit menjadi tidak nyaman bagi orang-orang yang berada di sekitar.
Petugas terus berupaya memukul mundur massa dari kawasan tersebut.
Hingga setelah pukul 22.20 WIB, situasi di sekitar RS Bhakti Mulia masih dipantau.
Massa yang sebelumnya bertahan di sekitar Slipi bergerak menjauh dari titik tembakan.
Paparan gas air mata juga masih terasa di sekitar lokasi setelah tembakan dilakukan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah massa memilih mencari tempat untuk berlindung, termasuk menuju area rumah sakit.