Selang Juli-Agustus 2026, Sudah 17 Kali Karhutla Terjadi di Tomohon
Gryfid Talumedun August 28, 2026 01:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Apalagi saati ini kondisi masih di musim kemarau.

Berdasarkan laporan kejadian selang Juli hingga Agustus 2026, tercatat 17 kejadian karhutla di wilayah Kota Tomohon.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Potensi Bencana Karhutla dan Kekeringan yang digelar di Command Center Pemerintah Kota Tomohon, Kamis (27/8/2026) pagi.

Baca juga: Tomohon Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan di Tengah Musim Kemarau

Rakor tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring, serta jajaran perangkat daerah terkait, camat dan lurah se-Kota Tomohon.

Dalam pemaparannya, Ketua DPC Partai Gerindra itu menyebut 17 kejadian tersebut berada pada skala kecil hingga sedang.

RAKOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Potensi Bencana Karhutla dan Kekeringan di Kota Tomohon Tahun 2026, Kamis (27/8/2026) pagi. Rakor berlangsung di Command Center Pemerintah Kota Tomohon dan dipimpin Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar.
RAKOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Potensi Bencana Karhutla dan Kekeringan di Kota Tomohon Tahun 2026, Kamis (27/8/2026) pagi. Rakor berlangsung di Command Center Pemerintah Kota Tomohon dan dipimpin Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar. (Dok. Pemkot Tomohon)

Penanganan setiap kejadian dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tomohon dengan dukungan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat kelurahan hingga masyarakat.

“Untuk kejadian karhutla yang sudah terjadi, penanganannya dilakukan bersama-sama. Damkar menjadi bagian utama dalam penanganan di lapangan, dibantu BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan masyarakat,” ujarnya.

Sendy membeberkan, kejadian karhutla tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kota Tomohon.

Di Kecamatan Tomohon Utara, kejadian tercatat di Kayawu dan Tinoor Satu.

Kemudian di Kecamatan Tomohon Selatan, karhutla terjadi di Lansot, Tondangow dan Ulindano.

Sementara di Kecamatan Tomohon Barat, kejadian tersebar di Tara-Tara, Tara-Tara Satu, Tara-Tara Tiga dan Woloan Dua.

Untuk Kecamatan Tomohon Tengah, kejadian tercatat di Talete Satu. 

Sedangkan Kecamatan Tomohon Timur belum terdapat laporan kejadian karhutla pada periode tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian Pemkot Tomohon karena musim kemarau dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan.

Dalam bahan pemaparan rakor, kondisi tersebut juga dikaitkan dengan dampak El Nino yang memperparah keadaan kering.

Pemkot Tomohon kemudian mendorong penguatan koordinasi, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Tomohon.

Termasuk larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Selain itu, pemerintah kecamatan dan kelurahan diminta meningkatkan patroli serta pemantauan, mengaktifkan pos kamling dan segera melaporkan setiap kejadian karhutla maupun kondisi kekeringan sumber air bersih.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah karhutla meluas sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau di Kota Tomohon. (Pet)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.