TRIBUNNEWS.COM, JOMBANG — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengungkapkan target memperluas digitalisasi organisasi hingga tingkat ranting.
Gus Yahya mengatakan, transformasi organisasi menjadi salah satu agenda yang telah dijalankan selama kepemimpinannya di PBNU.
Baca juga: 50 Ucapan Muktamar Ke-35 NU 2026, Penuh Doa dan Harapan untuk Kemajuan Nahdlatul Ulama
"Agenda yang saya tawarkan adalah transformasi organisasi. Transformasi itu adalah perubahan konstruksi yang tidak bisa instan, harus dibutuhkan kerja keras untuk mengupayakannya," kata Gus Yahya di sela-sela Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).
Dirinya mengatakan PBNU sedang melakukan pembangunan platform digital NU.
Pembangunan platform itu membutuhkan waktu sekitar dua tahun sebelum dapat diwujudkan dan hampir satu tahun untuk dioperasikan secara lancar.
Saat ini, platform digital tersebut telah digunakan hingga tingkat cabang atau kabupaten dan kota.
Gus Yahya menargetkan platform itu dapat diperluas hingga tingkat kecamatan dan ranting.
“Saya sudah sampaikan sejak awal bahwa arahnya adalah untuk membawa platform digital ini sampai ke tingkat desa bahkan ke tingkat warga,” ujarnya.
Gus Yahya menyebut pemanfaatan artificial intelligence (AI) memungkinkan perluasan platform tersebut dilakukan lebih cepat.
Berdasarkan pembahasan dengan tim digital PBNU, perluasan hingga tingkat ranting diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar empat bulan.
Baca juga: Di Muktamar NU, Prabowo Janji Segera Kirim 4 Layar Interaktif
"Dengan bantuan artificial intelligence yang sekarang sudah kita miliki, siap dioperasikan, maka hanya butuh kira-kira empat bulan untuk bisa memperluas ini sampai ke ranting," katanya.
Perluasan tersebut, kata Gus Yahya, mencakup sekitar 7.000 kecamatan dan 61.000 ranting NU di seluruh Indonesia.
Jika target itu tercapai, ranting NU diharapkan dapat lebih mudah terhubung dengan warga melalui sistem digital.
Gus Yahya mengatakan platform tersebut nantinya akan diberi nama Saadatuna, singkatan dari Satu Alam Digital untuk Nahdlatul Ulama.
"Kalau itu sudah terjadi maka ranting bisa engage dengan warga dan warga bisa dengan mudah diundang masuk ke dalam sistem digital kita yang nanti insyaallah akan kita namai Saadatuna, Satu Alam Digital untuk Nahdlatul Ulama," ujarnya.
Menurut Gus Yahya, pengembangan digitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pondasi transformasi NU agar organisasi semakin mampu menjawab kebutuhan di abad kedua.