Kebakaran Jalur Pendakian Semeru Meluas, 170 Pendaki Ranu Kumbolo Dievakuasi
Haorrahman August 28, 2026 09:55 AM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Kebakaran terjadi di sejumlah titik kawasan hutan TNBTS yang berada di wilayah Desa Argosari dan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro. Kondisi medan yang terjal menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Tiga lokasi yang terdampak kebakaran antara lain Ledok Bedor dan Blok Jantur di Desa Argosari, yang berada di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru. Titik api lainnya berada di Blok Ranu Kembang, Desa Ranupane.

Baca juga: Gunung Carenge Bondowoso yang Sempat Viral Ditutup Sementara karena Kebakaran

170 Pendaki Ranu Kumbolo Dievakuasi

Kebakaran di kawasan Ranu Kembang sempat membuat 170 pendaki dan pengunjung yang berada di Ranu Kumbolo harus dievakuasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melakukan evakuasi untuk memastikan para pendaki keluar dari kawasan yang terdampak kebakaran.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi mengatakan, seluruh pendaki berhasil mencapai kantor Resort Ranupane pada Kamis siang.

"Pukul 14.30 WIB, 170 orang pendaki/pengunjung yang masih berada di Ranu Kumbolo berhasil tiba di kantor Resort Ranupane. Selanjutnya didampingi porter dan guide menuju Malang," ujar Yudhi.

Baca juga: Kebakaran Gunung Raung di Banyuwangi Padam, Penyebab Belum Diketahui

Kebakaran Capai 10 Hektare
Upaya pemadaman di Ledok Bedor dan Blok Jantur, Desa Argosari, mulai menunjukkan hasil. Api di dua lokasi tersebut berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.45 WIB.

Namun, sejumlah titik api dan kepulan asap masih ditemukan karena kondisi medan yang sulit dijangkau.

"Tapi masih ada titik api dan asap yang belum padam karena medan yang terjal dan di Ranu Kembang api padam. Pukul 16.30 WIB, tim penanganan Karhutlah kembali ke satuan masing-masing," ucap Yudhi.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Kecamatan Kraton Pasuruan, Warga Berusaha Padamkan Api

Berdasarkan hasil asesmen sementara, luas kawasan hutan TNBTS di Desa Argosari yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare.

Sementara kondisi kebakaran di wilayah Desa Ranupane masih dalam proses asesmen oleh pihak TNBTS. Titik api di kawasan tersebut berjarak sekitar 5 kilometer dari permukiman dan lahan pertanian warga.

Yudhi mengatakan penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan dan asesmen bersama TNBTS serta Kepolisian.

Baca juga: Kebakaran di Lereng Gunung Ijen, Api Mengancam Kebun Kopi Warga Bondowoso

Penanganan karhutla juga menghadapi perkembangan baru. Titik api dilaporkan muncul di Petak Pangonan Cilik, wilayah Desa/Kecamatan Pasrujambe, Lumajang.

Lokasi tersebut masih ditangani oleh personel TNBTS. Menurut Yudhi, titik api berada di atas Pos 4 jalur pendakian Gunung Semeru.

Kondisi tersebut membuat pemadaman dari darat menjadi sulit dilakukan. Karena itu, diperlukan opsi pemadaman melalui udara menggunakan water bombing.

"Titik api tinggal di atas Pos 4 pendakian Gunung Semeru. Sehingga diperlukan pemadaman dengan water bombing di area Petak Pangonan Cilik dan titik terjal lainnya dengan mengambil air dari Ranu Kumbolo," ungkapnya.

Medan Terjal

Selain lokasi yang sulit dijangkau, kondisi cuaca juga menjadi tantangan bagi petugas. Tebing dengan kemiringan terjal membuat personel harus lebih berhati-hati saat melakukan pemadaman.

Kabut dan asap yang turun di sekitar kawasan terbakar turut menghambat proses penanganan.

"Selain itu kabut dan asap yang sering turun di area terbakar, juga menjadi kendala penanganan," ulas Yudhi.

Penanganan karhutla dilanjutkan, Jumat (28/8/2026). BPBD Lumajang bersama TNBTS, TNI/Polri, serta masyarakat peduli api akan kembali melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik.

Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses, personel yang bertugas juga disarankan menggunakan kendaraan motor trail.

"Personel yang akan melakukan pemadaman lanjutan besok. Disarankan menggunakan motor trail," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.