TRIBUNNEWS.COM - Kapan seseorang disebut obesitas? Apakah cukup melihat angka berat badan di timbangan?
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Wiyosa Waluyan Rusdi, Sp. PD, menjelaskan obesitas tidak bisa ditentukan hanya dari berat badan.
Ia menyebut bahwa penentuan obesitas perlu memperhitungkan body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh.
Penjelasan tersebut disampaikan dr. Wiyosa dalam podcast Tribun Health di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Menurut dr. Wiyosa, BMI menjadi salah satu indikator untuk menentukan apakah seseorang mengalami obesitas. BMI dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan seseorang.
"Obesitas ditentukan berdasarkan body mass index atau BMI, yang dihitung dari berat badan dan tinggi badan," ujar dr. Wiyosa, yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Restu Ibu Sragen tersebut.
Artinya, angka berat badan saja belum cukup untuk menentukan seseorang mengalami obesitas. Tinggi badan juga menjadi faktor penting dalam perhitungan tersebut.
Seseorang dengan berat badan yang sama belum tentu memiliki kategori BMI yang sama. Hal tersebut karena tinggi badan ikut memengaruhi hasil perhitungan BMI.
dr. Wiyosa memberikan gambaran bahwa seseorang dengan tinggi badan 150 sentimeter dan orang dengan tinggi badan 180 sentimeter tentu memiliki batas berat badan yang berbeda.
Baca juga: Jangan Tunggu Berat Badan Naik Terus, Kenali 3 Tanda Sederhana Kapan Harus Cek Obesitas
"Tinggi badan juga berpengaruh karena orang dengan tinggi 150 cm dan 180 cm tentu memiliki batas berat badan yang berbeda," jelasnya dalam podcast Tribun Health di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah yang dikutip pada Jumat (28/8/2026).
Karena itu, penilaian status berat badan sebaiknya tidak hanya berdasarkan angka pada timbangan, tetapi juga mempertimbangkan tinggi badan.
Dalam penjelasan dr. Wiyosa, BMI di atas 24 dikategorikan sebagai obesitas, sedangkan BMI di bawah 24 masih termasuk overweight.
Dengan demikian, perhitungan BMI dapat memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai status berat badan seseorang dibandingkan hanya melihat berat badan secara langsung.
Meski demikian, BMI merupakan salah satu indikator dan tidak menggambarkan seluruh kondisi tubuh secara menyeluruh.
Faktor lain juga dapat menjadi pertimbangan dalam menilai kondisi kesehatan seseorang.
Secara umum, BMI dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter.
Sebagai contoh, seseorang memiliki berat badan 70 kilogram dan tinggi 1,60 meter. Maka perhitungannya adalah 70 dibagi 1,60⊃2;, sehingga diperoleh BMI sekitar 27,3.
Dari hasil tersebut, seseorang dapat mengetahui kategori BMI berdasarkan batas yang digunakan.
Penjelasan dr. Wiyosa menunjukkan bahwa menentukan obesitas tidak cukup hanya dengan melihat berat badan.
Tinggi badan perlu diperhitungkan karena setiap orang memiliki proporsi tubuh yang berbeda.
Oleh sebab itu, seseorang yang ingin mengetahui status berat badannya dapat menghitung BMI dengan memasukkan berat dan tinggi badan.
Dengan mengetahui BMI, seseorang dapat memperoleh gambaran awal mengenai status berat badannya dan kemudian berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan.
Kesimpulannya, obesitas tidak ditentukan hanya dari angka berat badan. BMI yang memperhitungkan berat badan dan tinggi badan menjadi salah satu dasar untuk menentukan kategori tersebut.
(Tribunnews.com/Latifah)