Hanya Sarungan, Rohman Berlari dari Lantai Dua, Cerita Para Korban Lolos dari Kebakaran di Panjer
Ida Ayu Suryantini Putri August 28, 2026 01:03 PM

 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kepanikan luar biasa mencekam penghuni indekos dan bangunan sekitarnya di Jalan Tukad Pancoran IV K1, Panjer, Denpasar Selatan, saat kobaran api melahap permukiman semi permanen tersebut pada Jumat 28 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 Wita. 

Di tengah kobaran yang menewaskan seorang lansia dan melukai warga lainnya, sejumlah korban selamat menceritakan detik-detik menegangkan ketika mereka hanya bisa pasrah menyelamatkan nyawa tanpa sempat membawa harta benda apapun.

Salah seorang penghuni indekos lantai dua, Rohman (58) asal Blitar, menceritakan dirinya masih berada di dalam kamar saat api tiba-tiba sudah membesar di sisi utara.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Tukad Pancoran, Nenek 70 Tahun Terjebak Reruntuhan hingga Tewas

Mendengar teriakan histeris dari para penghuni lain, ia langsung melompat keluar kamar dan menuruni tangga tanpa memikirkan apa pun lagi.

"Saya dengar teriakan kebakaran, pas lihat api di sebelah utara sudah besar. Saya langsung turun, langsung lari. Jangankan barang-barang, celana dalam saja tidak sempat pakai karena waktu itu sarungan. HP semua hangus, cuma tersisa baju kaus yang dipakai ini," ungkap Rohman saat ditemui di lokasi kejadian.

Rohman menuturkan, kompleks indekos tersebut terbagi menjadi lantai satu dan lantai dua dengan puluhan penghuni.

Begitu api berkobar dari arah barat lantai atas, seluruh penghuni panik dan berlarian menyelamatkan diri masing-masing, sehingga tidak ada yang sempat memadamkan api secara manual.

"Orang-orang sibuk menyelamatkan diri sendiri. Mau siram api bagaimana, apinya sudah meluap besar sekali di atas," ujarnya.

Baca juga: GH Panik dan Bangunkan Anak-anaknya,  Kebakaran di Panjer Ludeskan 10 Kamar, Satu Orang Tewas

Ia juga mengenang nahasnya nasib korban tewas, S (70), yang tinggal di bagian belakang bangunan lantai satu.

Menurutnya, korban yang sudah berusia lanjut tersebut memang memiliki keterbatasan fisik dan mobilitas sehari-hari.

"Ibu itu jalannya sudah susah, harus berpegangan atau pakai bantuan. Waktu orang teriak-teriak mungkin tidak terdengar, atau mau lari juga sudah tidak terkejar karena bangunan keburu roboh," jelasnya.

Cerita kepanikan serupa disampaikan oleh Rini (37), warga asal Jember yang menempati bangunan di dekat bengkel las dan deretan kos yang terbakar.

Rini bersama keluarganya sedang tertidur lelap sebelum suara gaduh warga membangunkannya dari ranjang.

"Tadi masih di dalam, posisi tidur semua. Baru bangun dan lari keluar setelah dengar orang-orang teriak kebakaran," tutur Rini.

Perempuan yang tinggal bersama tiga anggota keluarganya ini menuturkan bahwa amukan api menyapu tempat usaha sekaligus meludeskan kendaraan bermotor di area tersebut.

Saat ini, para korban selamat masih di sekitar puing-puing dan baru saja mendapatkan bantuan Family Kit dari pemerintah.

"Kerugian banyak, sewa warung dan usaha las ludes, motor juga ikut terbakar. Mungkin sampai puluhan hingga seratusan juta rupiah. Kami belum tahu mau mengungsi ke mana," beber Rini.

Peristiwa kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu kamar kos kosong itu melumat sepuluh kamar indekos, satu rumah tinggal pribadi, dan sebuah bengkel las. 

Kobaran api baru berhasil dijinakkan total oleh tujuh unit armada damkar Kota Denpasar pada pukul 07.15 Wita, meninggalkan duka mendalam serta kerugian materi yang besar bagi para korban. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.