Remaja yang Diamankan Saat Demo Klaim Dipukul hingga Disundut Rokok, Korban Ungkap Kronologi
Talitha Daren August 28, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Sejumlah remaja yang diamankan saat aksi demonstrasi mengaku mengalami kekerasan fisik ketika berada di lokasi penahanan. Mereka menyebut mendapat perlakuan kasar, mulai dari dipukul hingga diduga disundut rokok oleh aparat.

Kesaksian tersebut disampaikan sejumlah remaja kepada pendamping yang berada di sekitar lokasi. Mereka juga meminta agar teman-temannya yang masih diamankan segera dibebaskan dan dikembalikan kepada keluarga.

Baca juga: Polisi Bongkar Aliran Dana Pembelian Molotov dan Sajam Demo DPR, Jejak Transaksi Bank Ditelusuri

Remaja Mengaku Dipukul dan Disundut Rokok

Dalam percakapan yang terekam, seorang remaja menyebut ada rekannya yang dipukul setelah diamankan.

Bahkan, terdapat klaim bahwa beberapa remaja mengalami tindakan berupa sundutan rokok.

"Yang tadi ketangkap dikebukin, disundutin," ujar salah seorang remaja dalam rekaman tersebut.

Seorang remaja lainnya kemudian menunjukkan bagian tubuhnya yang disebut mengalami memar.

Ia mengaku mendapat perlakuan fisik setelah ditarik oleh polisi dan dibawa masuk ke dalam lokasi penahanan.

Remaja tersebut juga mengaku mengalami tindakan penyundutan rokok.

"Orang tua saya aja enggak berani sampai nyundut kayak gini. Nah, Bapak yang bukan orang tua saya berani nyundut saya," katanya.

Kesaksian tersebut kemudian menjadi perhatian para pendamping yang berada di lokasi.

REMAJA DIDUGA DITANGKAP - Remaja yang diamankan saat demo klaim dipukul hingga disundut rokok (Tribun Trends/Tangkap layar Youtube Cumi-cumi.com)

Sakti Ceritakan Kronologi Penangkapan

Salah satu remaja yang memberikan kesaksian diketahui bernama Sakti. Ia menceritakan bahwa dirinya ditarik oleh polisi ketika berada di sekitar lokasi aksi.

Sakti mengatakan dirinya sempat berada di dalam lokasi penahanan sebelum akhirnya keluar. Ia kemudian menunjukkan bagian perut yang mengalami memar.

"Ini perut," ujar Sakti ketika diminta menunjukkan bagian tubuh yang mengalami luka.

Dalam percakapan tersebut, Sakti juga menyampaikan bahwa dirinya berharap persoalan yang dialaminya dapat diselesaikan dan teman-temannya yang masih berada di dalam segera dibebaskan.

AKSI DEMO - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) pagi. Foto aparat keamanan melakukan apel untuk mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa di komplek gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026)
AKSI DEMO - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) pagi. Foto aparat keamanan melakukan apel untuk mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa di komplek gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026) (Tribun Trends/Tribunnews.com/Ho - Polres Metro Jakarta Pusat)

Pendamping Berusaha Memastikan Kondisi Remaja

Di tengah situasi tersebut, sejumlah pendamping berusaha mencari informasi mengenai keberadaan remaja yang masih diamankan.

Mereka meminta agar ada pihak dewasa yang mendampingi proses komunikasi dengan kepolisian. Pendamping juga berupaya memastikan kondisi para remaja dan mengetahui berapa orang yang masih berada di dalam.

Salah seorang pendamping kemudian meminta pihak kepolisian agar teman-teman mereka yang masih diamankan dapat segera dikeluarkan.

"Intinya, saya pengin teman saya dikeluarin, Pak," kata salah seorang pendamping.

Pihak yang diajak berkomunikasi kemudian menyatakan akan mengecek kondisi dan keberadaan para remaja tersebut.

Tiga Remaja Disebut Masih Diamankan

Dari percakapan di lokasi, disebutkan bahwa sejumlah remaja yang diamankan berasal dari kawasan Kemayoran.

Salah seorang remaja mengatakan terdapat beberapa orang dari Kemayoran yang ikut diamankan. Dalam percakapan berikutnya disebutkan sekitar tiga orang dari wilayah tersebut masih berada di dalam.

"Yang di dalam tiga," ujar salah seorang remaja ketika ditanya mengenai jumlah rekannya yang masih diamankan.

Para pendamping kemudian kembali mendesak agar mereka yang masih berada di dalam dapat segera dipulangkan sehingga bisa kembali bertemu dengan keluarganya.

Ada Kesaksian Remaja yang Disebut Dikeroyok

Kesaksian lain juga muncul dari seorang remaja yang mengaku melihat temannya ditangkap setelah memanjat pagar.

Ia mengatakan temannya sempat memanjat pagar bagian depan untuk keluar dari lokasi. Setelah turun, remaja tersebut disebut langsung diamankan dan mengalami tindakan kekerasan.

"Dia tiba-tiba manjat dari pagar depan, turun sendiri. Ditahan, dikeroyok," ujar remaja tersebut.

Kesaksian-kesaksian itu disampaikan di tengah upaya pendamping untuk mencari keberadaan dan memastikan kondisi para remaja yang masih diamankan.

Hingga akhir percakapan dalam rekaman, para pendamping masih berupaya berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar seluruh remaja yang masih berada di dalam dapat segera dibebaskan dan dipertemukan kembali dengan keluarganya.

Adapun dugaan kekerasan terhadap para remaja tersebut masih berupa kesaksian dari pihak yang mengaku mengalaminya.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai tudingan pemukulan, penyundutan rokok, maupun dugaan pengeroyokan.

(TribunTrends.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.