TRIBUNNEWS.COM - MotoGP Aragon 2026 menjadi kesempatan besar Marc Marquez untuk kembali menunjukkan performa terbaiknya setelah hasil kurang memuaskan di Silverstone.
Marc Marquez memiliki modal kuat karena Aragon salah satu sirkuit yang sangat bersahabat dengan gaya balapnya, terutama setelah dua kemenangan beruntun edisi 2024 dan 2025.
Pengamat MotoGP, Topan, menilai rekam jejak Marc Marquez di Aragon membuat pembalap Ducati tersebut memiliki peluang besar untuk kembali kompetitif pada seri Aragon.
"Kalau melihat rekam jejak Marc Marquez di Aragon dari data yang ada, saya kira peluang dia untuk kembali kompetitif memang sangat besar," ujar Topan saat dihubungi Tribunnews, Jumat (28/8/2026).
"Tetapi saya akan membedakan antara potensi tampil kuat di Aragon dengan langsung kembali ke tiga besar klasemen," lanjutnya.
Penilaian tersebut tidak terlepas dari performa Marquez dalam beberapa edisi terakhir MotoGP Aragon yang menunjukkan dominasinya di lintasan sepanjang 5,1 kilometer tersebut.
Topan menggunakan data MotoGP Aragon 2022, 2024, dan 2025 sebagai acuan, dengan catatan Aragon tidak masuk kalender MotoGP 2023.
Baca juga: Tak Terpaku dengan Marc Marquez, Jorge Martin di MotoGP Aragon 2026 Fokus Jaga Konsistensi
Aragon memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Marc Marquez karena pembalap berjuluk Baby Alien tersebut mampu menunjukkan kecepatan luar biasa ketika tampil di sana.
"Aragon memang punya hubungan yang sangat kuat dengan Marc," kata Topan.
"Pada 2024, Marc menang di MotorLand Aragón dengan Ducati, mengungguli Jorge Martin dan Pedro Acosta," ujar Topan.
"Dia juga meraih pole position dengan catatan 1:46,766, bahkan pada balapan itu catatan fastest lap Marc adalah 1:46,766 dan data all-time lap record yang tercantum menunjukkan 1:45,801 atas nama Marc pada 2024," lanjutnya.
Dominasi tersebut kembali terlihat pada MotoGP Aragon 2025 ketika Marc Marquez sekali lagi keluar sebagai pemenang dengan mengalahkan Alex Marquez dan Francesco Bagnaia.
"Kemudian pada 2025, performa itu kembali terulang," kata Topan.
"Marc menang lagi di Aragon, kali ini dengan keunggulan 1,107 detik atas Alex Marquez dan 2,029 detik atas Francesco Bagnaia, dia juga kembali menjadi pole sitter sekaligus mencatat fastest lap 1 menit 45,704 detik," sambungnya.
"Jadi kalau kita berbicara soal track record, Marc memang punya modal yang sangat kuat," lanjut Topan.
Meski demikian, perjalanan Marc Marquez di Aragon tidak selalu berakhir manis karena pada MotoGP Aragon 2022 dirinya justru gagal menyelesaikan balapan bersama Honda.
Topan mengingatkan ia mengalami insiden pada lap pertama yang membuatnya harus masuk pit setelah terlibat kecelakaan beruntun dengan Fabio Quartararo dan Takaaki Nakagami.
"Namun, ada satu hal yang harus diperhatikan," ujar Topan.
"Pada 2022, ketika Marc masih menggunakan Honda, dia justru tidak menyelesaikan balapan dan masuk pit pada lap pertama," lanjutnya.
Marc terlibat senggolan dengan Quartararo di tikungan 3 yang membuat keduanya terjatuh, sebelum motornya kemudian bersenggolan dengan Nakagami di Tikungan 7 hingga menyebabkan pembalap Jepang tersebut mengalami kecelakaan.
Meski memiliki catatan tersebut, Topan melihat kondisi Marquez setelah MotoGP Silverstone menjadi faktor penting yang dapat menentukan seberapa jauh kemampuannya.
"Jadi, kalau kondisi fisik Marc Marquez sudah jauh lebih baik setelah Silverstone, saya melihat Aragon sebagai salah satu peluang terbaik Marc untuk melakukan rebound," kata Topan.
Menurutnya, peluang Marquez untuk kembali bertarung di posisi depan sangat terbuka, tetapi target menembus top 3 klasemen membutuhkan faktor lain di luar performanya sendiri.
"Untuk meramaikan tiga besar klasemen, peluangnya terbuka, tetapi dia tetap membutuhkan kombinasi hasilnya sendiri dan hasil buruk dari beberapa rival di atasnya," ujar Topan.
"Dengan kata lain, saya lebih berani mengatakan Marc berpeluang besar kembali bertarung di depan di Aragon, sementara apakah dia langsung naik ke tiga besar klasemen akan ditentukan oleh selisih poin dan hasil pembalap lain," tutupnya.
(Tribunnews.com/Niken)