TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Jalan sepanjang 1.750 meter atau 1,75 kilometer (km) di kawasan persawahan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), telah rampung diaspal.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kota Kendari, Muhammad Almuna Mande, saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).
Almuna mengatakan pengaspalan jalan tersebut telah rampung sejak Kamis (20/8/2026).
Saat ini, pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran bahu jalan.
"Aspal selesai minggu lalu tanggal 20 Agustus, sekarang masih menyelesaikan cor bahu jalan," katanya melalui WhatsApp.
Baca juga: 40 Persen Sawah di Konsel Berpotensi Terdampak Kemarau, Bupati Irham Sebut Sungai Mulai Mengering
Peningkatan jalan di kawasan persawahan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp4.822.000.000 atau Rp4,8 miliar.
Lokasi persawahan tersebut sekira 17,4 kilometer (km), waktu tempuh 35 menit berkendara dari Tugu Religi Sultra atau Eks MTQ.
Ikon landmark ibu kota Provinsi Sultra ini berada di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, berdekatan dengan Kantor Wali Kota Kendari.
Sementara itu, pantauan TribunnewsSultra.com pada Kamis (27/8/2026) petang, jalan yang sebelumnya berlubang dan berbatu itu kini sudah teraspal.
Akses menuju kawasan persawahan pun terlihat lebih mulus dan dapat dilalui masyarakat.
Baca juga: Daftar 11 Daerah di Sulawesi Tenggara Darurat Kekeringan, Sawah Terdampak Jadi 3.041,55 Hektare
Meski demikian, pengaspalan belum mencakup seluruh ruas jalan di kawasan tersebut.
Pengaspalan terlihat telah dilakukan hingga lokasi pemanenan yang sebelumnya dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
Di ujung ruas jalan yang telah teraspal, tampak satu unit alat berat dan satu mobil molen.
Material berupa pasir juga terlihat berada di sekitar lokasi pengerjaan.
Sejumlah pekerja masih melakukan pengecoran pada bagian jalan yang belum tertangani.
Baca juga: 2.846 Hektare Sawah Alami Kekeringan di Sulawesi Tenggara Akibat Kemarau, 167 Hektare Gagal Panen
Aktivitas pengerjaan tersebut masih berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 Wita.
Sebelum diperbaiki, kondisi jalan di kawasan persawahan Amohalo cukup sulit dilalui masyarakat, terutama saat musim panas.
Permukaan jalan yang masih berupa tanah dan batu membuat kendaraan yang melintas menghasilkan debu.
Sementara saat hujan, sejumlah titik jalan yang berlubang membuat akses menuju kawasan persawahan menjadi lebih sulit dilalui.
Telah dijelaskan sebelumnya, total panjang jalan di kawasan Amohalo mencapai sekitar 6 kilometer.
Baca juga: 2.336 Hektare Sawah di Sulawesi Tenggara Terdampak Banjir, Para Petani di Sultra Gagal Panen
Sebelumnya, Pemkot Kendari telah mengaspal jalan sepanjang 1 kilometer pada 2024.
Tahun ini, pengaspalan kembali dilanjutkan sepanjang 1,75 kilometer.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 3,25 kilometer ruas jalan di kawasan tersebut yang belum tertangani.
Menurut Almuna, perbaikan jalan tersebut difokuskan untuk mendukung akses jalan tani.
Selama ini, kondisi jalan yang rusak menjadi salah satu kendala bagi petani dalam mengangkut dan mendistribusikan hasil panen.
Kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap pendapatan petani karena biaya distribusi menjadi lebih tinggi dan waktu tempuh lebih lama.
Dengan adanya perbaikan jalan, akses petani diharapkan menjadi lebih mudah sehingga distribusi hasil panen dapat dilakukan lebih efisien.
Perbaikan tersebut juga diharapkan dapat mendukung aktivitas pertanian dan meningkatkan produktivitas masyarakat di kawasan persawahan Amohalo. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)