Lucky Hakim Genjot Pertanian Modern, Panen Padi Indramayu Tembus 10,45 Ton per Hektare
Guntur Merdekawan August 28, 2026 03:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Bupati Indramayu Lucky Hakim punya cara tersendiri untuk menjaga daerahnya tetap menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Di tengah pembangunan dan masuknya investasi, Lucky menegaskan bahwa kemajuan Indramayu tidak boleh membuat sektor pertanian dan kesejahteraan petani justru terpinggirkan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melindungi lahan sawah sekaligus meningkatkan produktivitasnya. Pemerintah Kabupaten Indramayu menetapkan sekitar 92.888 hektare sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sementara kawasan industri disiapkan secara terpisah sekitar 14.110 hektare.

Setelah lahan pertanian diamankan, pekerjaan berikutnya adalah bagaimana membuat sawah yang ada mampu menghasilkan lebih banyak. Dari sinilah program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) mulai diuji coba.

 

Sawah Tak Bertambah, Produktivitas Harus Naik

Lucky Hakim terapkan program Pertanian Modern Advanced Aagricultural System (instagram.com/luckyhakimofficial)
Lucky Hakim terapkan program Pertanian Modern Advanced Aagricultural System (instagram.com/luckyhakimofficial)

Menurut Lucky, perluasan lahan pertanian bukan lagi pilihan yang mudah dilakukan. Karena itu, intensifikasi menjadi kunci agar produksi pangan tetap bisa ditingkatkan.

"Tujuannya untuk intensifikasi peningkatan tonase, karena hamparan sawah tidak bisa kita tambah, justru yang ada berkurang. Indramayu sudah punya LP2B sekitar 92 ribu hektare yang tidak bisa diutak-atik," tegasnya.

Program PM-AAS kemudian diterapkan di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, dengan luas hamparan sekitar 100 hektare. Sistem ini menggabungkan metode pertanian modern dengan pemanfaatan berbagai teknologi, mulai dari drone pertanian, pompa dan irigasi perpompaan, mekanisasi pertanian hingga combine harvester.

Program yang dimulai pada Mei 2026 ini melibatkan sembilan kelompok tani, satu brigade pangan, serta 93 petani. Lucky pun ikut mendorong penerapan sistem tersebut sejak tahap awal penanaman.

"Penerapan PM-AAS dan dukungan teknologi modern seperti drone pertanian, berharap produktivitas padi di Indramayu sebagai lumbung pangan terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia," jelas Lucky.

 

Hasil Panen Lampaui Target

Lucky Hakim terapkan program Pertanian Modern Advanced Aagricultural System (instagram.com/luckyhakimofficial)
Lucky Hakim terapkan program Pertanian Modern Advanced Aagricultural System (instagram.com/luckyhakimofficial)

Hasil dari uji coba tersebut mulai terlihat ketika panen perdana dilakukan pada 26 Agustus 2026. Lucky kembali datang ke Plosokerep untuk melihat langsung hasil penerapan PM-AAS.

Menariknya, pengukuran produktivitas dilakukan langsung oleh BPS Kabupaten Indramayu melalui lima titik ubinan. Hasilnya cukup mencolok. Produktivitas rata-rata mencapai 10,45 ton per hektare, sementara hasil tertinggi menyentuh 12,35 ton per hektare.

Angka tersebut bahkan melampaui target awal yang dipatok sebesar 8 ton per hektare. Jika dibandingkan dengan produktivitas sebelumnya yang berada di kisaran 5 sampai 6 ton per hektare, peningkatannya juga cukup signifikan.

"Dari yang tadinya sekitar 5 sampai 6 menjadi 8 ton. Alhamdulillah berkah. Ternyata pas diukur oleh BPS juga tadi sudah dapat angka 10 ton lebih," kata Lucky.

Bagi Lucky, capaian ini menunjukkan bahwa modernisasi pertanian bukan sekadar soal membawa mesin atau teknologi ke tengah sawah. Yang lebih penting, teknologi tersebut harus mampu menghasilkan peningkatan produksi yang benar-benar terasa manfaatnya bagi petani.

"Ini tentu menjadi semangat dan optimisme bagi kita semua, khususnya para petani, untuk terus meningkatkan produksi dan memanfaatkan teknologi pertanian," ujarnya.

 

Petani Tetap Jadi Fokus Utama

Meski teknologi menjadi bagian penting dari strategi pertanian modern, Lucky tetap menempatkan petani sebagai aktor utama. Pemerintah daerah mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui inovasi, pendampingan penyuluh, akses permodalan, bantuan sarana produksi, hingga perluasan pemasaran.

"Produk pertanian Indramayu memiliki kualitas yang baik. Melalui Hari Krida Pertanian ini, kami ingin memperluas promosi dan pemasaran agar potensi pertanian terus berkembang," katanya.

Komitmen tersebut juga mendapat apresiasi di tingkat nasional. Indramayu memperoleh penghargaan dari Kementerian Pertanian RI sebagai Peringkat I Kontribusi Produksi Padi Nasional dengan produksi sekitar 1,5 juta ton GKG, serta Peringkat II kategori Produktivitas Padi.

Namun, Lucky memilih melihat capaian tersebut sebagai hasil kerja bersama para petani dan seluruh pihak yang terlibat.

"Penghargaan ini adalah hasil kerja sama antara petani, penyuluh, dan seluruh pihak yang terlibat, terima kasih untuk semuanya," ujarnya.

Bagi Indramayu, menjaga predikat sebagai lumbung pangan nasional bukan berarti harus bertahan dengan cara-cara lama. Lahan pertanian tetap dilindungi, tetapi pengelolaannya terus dimodernisasi agar produktivitas meningkat. Uji coba PM-AAS di Plosokerep menjadi salah satu buktinya, dari hasil sekitar 5 sampai 6 ton per hektare sebelumnya, kini mampu mencapai rata-rata 10,45 ton per hektare.

Pada akhirnya, arah yang ingin dibangun Lucky cukup jelas: pembangunan dan industrialisasi tetap berjalan, tetapi sawah produktif tidak ditinggalkan. Teknologi dimanfaatkan, petani diperkuat, dan peningkatan produksi diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuat petani Indramayu semakin sejahtera.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.