Respons Bank Mandiri Soal Nasabah Tak Bisa Tarik Tunai dan Diduga Disebut "Kampungan" Oknum Karyawan
Weni Wahyuny August 28, 2026 03:01 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Manajemen Bank Mandiri memberikan respons resmi pasca viralnya utas keluhan nasabah di media sosial Threads yang keluhkan tak dapat menarik uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) hingga diduga disebut "kampungan" oleh oknum karyawan.

Melalui akun resminya, pihak perbankan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan transaksi yang dialami oleh pemilik akun @syauqinamaghfirah.

Selain menyampaikan permohonan maaf atas kendala teknis kartu ATM, Bank Mandiri juga memberikan panduan langkah-langkah penyelesaian masalah transaksi secara langsung kepada nasabah melalui fitur Livin' Call by Mandiri Bebas Pulsa.

"Halo Sahabat @syauqinamaghfirah, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Perihal kendala tersebut Sahabat dapat menghubungi Mandiri Call 14000 atau jika sudah terhubung Livin' by Mandiri, Sahabat dapat menghubungi layanan Livin' Call by Mandiri Bebas Pulsa untuk dilakukan pengecekan status kartu terlebih dahulu," tulis pihak Bank Mandiri melalui staf layanan bernama Nico, dikutip dalam Threads @bankmandiri, Jumat (28/8/2026).

Pihak bank merinci sembilan langkah teknis mulai dari membuka aplikasi Livin' by Mandiri, memilih ikon headset layanan bebas pulsa di pojok kanan atas, hingga terhubung langsung dengan Staf Livin' Call untuk penanganan cepat.

"Dengan senang hati kami menunggu telepon Sahabat agar kami dapat menindaklanjuti keluhan Sahabat pada kesempatan pertama," tutup pernyataan resmi tersebut.

UTAS VIRAL -- Sikap tak etis oknum Relationship Manager Bank Mandiri mendadak viral di media sosial setelah melontarkan komentar merendahkan kepada nasabah yang mengalami kendala teknis kartu ATM. Unggahan keluhan korban di platform Threads dan Instagram mendulang puluhan ribu tanggapan publik. Banyak warganet mengkritik respons oknum pegawai yang baru menyampaikan permohonan maaf setelah kasusnya berujung sorotan luas.
UTAS VIRAL -- Sikap tak etis oknum Relationship Manager Bank Mandiri mendadak viral di media sosial setelah melontarkan komentar merendahkan kepada nasabah yang mengalami kendala teknis kartu ATM. Unggahan keluhan korban di platform Threads dan Instagram mendulang puluhan ribu tanggapan publik. Banyak warganet mengkritik respons oknum pegawai yang baru menyampaikan permohonan maaf setelah kasusnya berujung sorotan luas. (Instagram/@net2netnews/ Threads @syauqinamaghfirah)

Respon resmi tersebut keluar setelah publik dihebohkan oleh unggahan Syauqina yang mengeluhkan tak dapat menarik uang tunainya.

Alih-alih mendapatkan bantuan teknis, ia justru mendapatkan komentar tak pantas oleh akun @rasantiputrim di kolom komentar.

"Ga miskin tapi kampungan," tulis akun tersebut.

Baca juga: Sosok Oknum Pegawai Bank BUMN yang Viral Diduga Sebut Nasabah "Kampungan" Tak Bisa Tarik Tunai ATM

Belakangan diketahui, pemilik akun tersebut adalah LPM, seorang Relationship Manager di Bank Mandiri yang tercatat telah berkarier selama hampir enam tahun sejak 2020. 

Utas kekecewaan Syauqina pun meledak hingga meraup lebih dari 14 ribu likes dan 2.700 komentar, serta diunggah ulang oleh akun Instagram @net2netnews.

Syauqina secara terbuka menyindir etika pelayanan oknum pegawai perbankan BUMN tersebut. 

"Aduh dikatain kampungan sama pegawai Bank Mandiri, kirain bakalan dibantuin kok malah dikatain kampungan. Pegawai macam apa nih @bankmandiri," balas Syauqina.

Gelombang kritik netizen pun bermunculan menyoroti kontras etika pelayanan tersebut. 

"Satpam BCA ternyata lebih ramah daripada karyawan bank @bankmandiri," tulis salah satu warganet.

Permohonan Maaf Pelaku dan Penolakan Nasabah

Sadar komentarnya memicu kecaman luas, LPM sempat menghubungi Syauqina melalui Direct Message (DM) Instagram untuk melayangkan permohonan maaf secara pribadi dan meminta agar unggahan tersebut diturunkan (take down).

"Mba Syauqina, saya benar-benar minta maaf ke Mba atas postingan saya tersebut tadi malam. Saya benar-benar khilaf dan spontan. Saya minta maaf sekali lagi Mba. Saya sadar saya salah dan menyakiti Mba, saya khilaf Mba, saya tidak mewakili perusahaan sama sekali," ungkap Larasanti.

Meski permohonan maaf pribadi telah diterima, Syauqina secara tegas menolak untuk menghapus utas viralnya di media sosial. 

Menurutnya, penanganan responsif baru terlihat setelah sebuah masalah menjadi pusat perhatian publik.
 
Saat ini, akun Threads milik Syauqina sendiri telah diubah ke mode privat, sementara netizen menilai permohonan maaf oknum pegawai tersebut didasari rasa takut akan sanksi pemutusan hubungan kerja.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.