Menteri Perdagangan Lepas Ekspor Koral Banyuwangi, Tembus 20 Negara di 3 Benua
Haorrahman August 28, 2026 03:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor koral hidup asal Banyuwangi ke Amerika Serikat, Jumat (28/8/2026). Selama ini koral Banyuwangi telah berhasil ekspor ke 20 negara di 3 benua. 

Pelepasan ekspor dilakukan di PT Srikandi Aquarium Ketapang, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Selama ini PT Srikandi telah mengekspor produknya ke sekitar 20 negara di tiga benua.

Aktivitas ekspor tersebut telah dilakukan sejak 2011. Produk koral hidup asal Banyuwangi diminati penghobi di berbagai negara, terutama untuk digunakan sebagai hiasan akuarium.

PT Srikandi Aquarium Ketapang rata-rata mencatat transaksi ekspor sekitar 60 ribu dolar AS setiap bulan. Perusahaan tersebut membudidayakan lebih dari 20 jenis koral di lokasi budidayanya di Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi.

Baca juga: Komplotan Pecah Kaca Mobil di Banyuwangi Ditangkap, juga Beraksi di Malaysia

Koral yang dibudidayakan perusahaan tidak hanya dipasarkan di dalam negeri. Sejak mulai melakukan ekspor pada 2011, produk tersebut terus dikirim ke berbagai negara hingga kini mencapai sekitar 20 negara di tiga benua.

Budi mengatakan pemerintah akan terus membantu UMKM yang ingin masuk ke pasar internasional. Bagi UMKM yang sudah berhasil melakukan ekspor secara mandiri, pemerintah akan membantu mencarikan peluang pasar baru.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.

"Kementerian Perdagangan mempunyai Perwakilan Perdagangan, Atase Perdagangan, dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) di 33 negara. Tugas mereka adalah mencarikan buyer atau mempromosikan produk-produk Indonesia. Salah satunya ya seperti produk dari UMKM yang ada di Banyuwangi," kata Budi.

Baca juga: Antrean Truk Logistik Padati Ketapang Banyuwangi, Arus Menuju Pelabuhan Tersendat

Menurut Budi, pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan program business matching untuk bertemu calon pembeli dari luar negeri.

"UMKM cukup presentasi online, nanti kita yang atur. Misalnya mau ke Amerika, ya nanti tinggal kita temukan dengan Atase Perdagangan kita di Amerika atau ITPC kita di Los Angeles dan di Chicago," kata dia.

Budi menyebut nilai transaksi melalui program tersebut terus meningkat. Pada 2025, transaksi business matching mencapai 134,8 juta dolar AS. Sementara Januari-Juli 2026 telah mencapai 333 juta dolar AS.

"Tahun lalu nilai transaksi (program tersebut) sudah mencapai 134,8 juta dollar AS, jadi 2 triliun lebih. Tahun ini, Januari–Juli itu transaksinya sudah 333 juta dollar AS. Itu 70 persen UMKM-nya belum pernah ekspor," lanjutnya.

Baca juga: 11 Desa di Banyuwangi Mulai Terdampak Kekeringan, BPBD Salurkan 343 Ribu Liter Air Bersih

Bagi UMKM yang sudah berpengalaman melakukan ekspor, kata Budi, pendampingan relatif lebih mudah karena pelaku usaha umumnya telah memahami standar kualitas dan berbagai ketentuan ekspor.

Pemerintah selanjutnya dapat membantu memperluas negara tujuan pemasaran sehingga produk yang sudah memiliki pasar internasional bisa menjangkau konsumen yang lebih luas.

Selain memperkuat promosi, pemerintah juga mengandalkan sejumlah perjanjian perdagangan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Budi mengatakan Indonesia memiliki perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat. Ia menyebut neraca perdagangan Indonesia dengan AS surplus 18,11 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut mencapai 30,9 miliar dolar AS pada tahun lalu.

Indonesia juga tengah menyiapkan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa yang menurut Budi direncanakan ditandatangani pada Oktober mendatang.

"Jadi nanti bapak-ibu eksporir dapat kemudahan masuk pasar ke Amerika, masuk pasar ke Uni Eropa dengan tarif yang lebih rendah. Jadi kita bisa bersaing dengan negara yang lain," ujar dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.