TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung mulai mengarahkan pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) pada peningkatan kualitas pembelajaran setelah akses pendidikan bagi anak usia dini di daerah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan.
Salah satu upaya yang disiapkan yakni pengembangan PAUD Model yang mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam bermuatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim mengatakan, konsep tersebut tengah didorong melalui kolaborasi bersama Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pembahasan pengembangan PAUD Model tersebut turut dilakukan bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung serta Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Kalimantan Utara.
Menurut Vamelia, pengembangan PAUD Model menjadi langkah lanjutan setelah pemerintah daerah sebelumnya lebih banyak berfokus pada perluasan akses dan pemenuhan kebutuhan dasar layanan PAUD.
"Setelah akses PAUD kita semakin baik, sekarang fokus kita bukan hanya bagaimana anak-anak bisa masuk PAUD, tetapi bagaimana kualitas layanan dan pembelajarannya juga terus ditingkatkan," ujar Vamelia.
Ia menjelaskan, peningkatan akses tersebut terlihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS) anak usia 5 hingga 6 tahun yang mengalami peningkatan cukup signifikan.
Baca juga: PAUD Tana Tidung Tuntaskan Sinkronisasi Dapodik 100 Persen, Targetkan Prestasi Nasional
Pada 2021, APS anak usia 5-6 tahun di Tana Tidung berada di angka 59 persen.
Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 98,56 persen pada 2025.
Menurut Vamelia, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang dilakukan pemerintah daerah.
Mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik, kesejahteraan guru hingga peningkatan bantuan biaya operasional PAUD.
Memasuki periode kedua kepemimpinannya sebagai Bunda PAUD, Vamelia mengatakan arah pengembangan mulai diperkuat pada aspek kualitas layanan.
Salah satunya melalui pengembangan PAUD Model berbasis Pembelajaran Mendalam bermuatan STEM.
Konsep tersebut nantinya diharapkan tidak hanya diterapkan pada satu satuan pendidikan, tetapi dapat menjadi contoh bagi PAUD lainnya.
"PAUD Model ini nantinya kita harapkan bisa menjadi percontohan bagi satuan PAUD lainnya, khususnya PAUD binaan desa," katanya.
Hal tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar satuan PAUD di Kabupaten Tana Tidung dikelola oleh pemerintah desa.
Vamelia menyebut sekitar 70 persen satuan PAUD di Tana Tidung berada di bawah pengelolaan pemerintah desa.
Karena itu, keberadaan PAUD Model diharapkan dapat menjadi tempat pembelajaran sekaligus rujukan bagi satuan PAUD lainnya dalam mengembangkan kualitas pembelajaran.
Tidak hanya pengembangan model pembelajaran, Vamelia juga menyampaikan kebutuhan pemerataan fasilitas PAUD kepada pemerintah pusat.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya turut mengusulkan revitalisasi bagi satuan PAUD yang belum mendapatkan program prioritas dari pemerintah pusat.
Usulan tersebut dinilai penting agar peningkatan kualitas PAUD tidak hanya terpusat pada satuan pendidikan tertentu.
"Kita juga mengusulkan revitalisasi untuk satuan-satuan PAUD yang belum mendapatkan program prioritas pemerintah pusat. Harapannya fasilitas dan kualitas layanan bisa lebih merata," ungkap Bunda PAUD Tana Tidung.
Vamelia berharap kolaborasi dengan Direktorat PAUD Kemendikdasmen dapat terus diperkuat.
Menurutnya, pengembangan PAUD tidak cukup hanya dengan meningkatkan angka partisipasi, tetapi juga harus diikuti dengan kualitas pendidik, pembelajaran dan fasilitas yang memadai.
Ia optimistis pengembangan PAUD Model dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan anak usia dini secara berkelanjutan di Kabupaten Tana Tidung.
"Kita ingin peningkatan PAUD ini tidak berhenti di akses saja. Kualitasnya juga harus terus kita dorong, baik dari sisi pembelajaran, kapasitas pendidik maupun fasilitasnya," pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti