UMKM Bangka Belitung Unjuk Produk Unggulan di KKI 2026 Jakarta
Ardhina Trisila Sakti August 28, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Bangka Belitung ikut ambil bagian dalam pagelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Kehadiran UMKM Babel membawa beragam produk khas daerah, mulai dari olahan hasil laut dan pangan, kain cual dan wastra, produk fashion, hingga kerajinan berbahan lidi nipah.

KKI 2026 yang berlangsung 20-23 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM daerah untuk memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang bertemu calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.

Rommy S. Tamawiwy menyampaikan, Bangka Belitung pada KKI tahun ini membawa satu desa wisata binaan serta 13 produk UMKM yang tampil secara langsung. Selain itu, sebanyak 38 UMKM Babel turut dipasarkan melalui kanal daring resmi KKI.

Sejumlah produk wastra dan fashion yang ditampilkan antara lain Seamilir by Sepiak Belitung, Bepulin Belitong, Batik Kampung Katak, Galeri Destiani, Ishadi Kain Cual, dan Tanahwari.

Sementara dari sektor pangan dan minuman, terdapat Billiton Spice, Sago Mee, Madu RR1669 & Arisi, Keripik Cumi Nina, Terasi AB (Abun Bumbu), serta Getas Super Cap Tani.

"Produk-produk tersebut telah melalui proses kurasi untuk memastikan kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan pasar. Proses kurasi juga menjadi bagian dari upaya membuka peluang produk UMKM Babel masuk ke pasar ekspor melalui business matching," kata Rommy kepada Bangkapos.com, Jumat (28/8/2026).

Tak hanya produk pangan dan fashion, kreativitas pelaku UMKM Babel juga terlihat melalui Deshanda Craft yang membawa kerajinan lidi nipah untuk kategori home decor.

Sementara itu, potensi pariwisata Babel diwakili Desa Wisata Tanjung Binga, Belitung. Desa wisata binaan Kantor Perwakilan Dalam Negeri Bank Indonesia itu menghadirkan kreasi berbahan kerang yang menggambarkan karakter masyarakat pesisir.

Pengunjung bahkan dapat mencoba langsung merangkai gelang berbahan kerang, sekaligus mengenal potensi ekonomi kreatif yang berkembang di kawasan pesisir Belitung.

Rommy mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Selain memberikan kontribusi terhadap perekonomian, sektor ini juga menjadi salah satu sumber penyerapan tenaga kerja masyarakat lokal.

"Karena itu, penguatan UMKM perlu dilakukan melalui perluasan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing, akses pembiayaan yang berkelanjutan, serta peningkatan literasi dan sinergi ekonomi-keuangan," tuturnya.

Secara nasional, KKI 2026 mengusung semangat penguatan sinergi untuk mendorong UMKM bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Bank Indonesia menggandeng 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Selama empat hari, pameran secara luring di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara melalui platform digital KKI, lebih dari 1.300 UMKM turut menjangkau konsumen secara daring.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan tiga kata kunci dalam penguatan UMKM, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

Bangkit dimaknai sebagai kemampuan UMKM untuk kembali tumbuh menghadapi berbagai tantangan. Tangguh diperkuat melalui struktur usaha dan pembiayaan berkelanjutan, sedangkan daya saing didorong melalui inovasi serta perluasan pasar, termasuk peluang ekspor.

"Melalui KKI 2026, Bank Indonesia berharap sinergi lintas sektor dapat terus memperkuat UMKM Indonesia agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas," tambah Rommy.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.