Laporan Jurnalis TribunPapuaBarat.com, Syahrul Said Refideso
TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Aliansi Mahasiswa Unimutu yang terdiri atas sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan, di antaranya FURAPELO dan GMNI, menggelar aksi penyampaian aspirasi di halaman Kantor Lembaga Masyarakat Adat (LMA) 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni, Distrik Manimeri, Jum'at (28/8/2026).
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator Aksi, Ali Akbar Fimbay, dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.
Aksi berlangsung tertib dan aman hingga selesai tanpa adanya keributan maupun gangguan keamanan.
Baca juga: Produksi Pangan Terancam Kekeringan, DKPP Kaimana akan Mendata Petani Terdampak
Hingga aksi berakhir, tidak terjadi keributan maupun gangguan terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam penyampaian aspirasinya, Ali Akbar Fimbay terlebih dahulu menyampaikan penghormatan kepada Ketua LMA 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni beserta jajaran.
Ia berharap jajaran LMA 7 Suku senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah untuk menjaga, melindungi, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat adat tujuh suku di Kabupaten Teluk Bintuni.
Menurut Ali Akbar, aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan almarhum Yanto Idorway, yang disebut merupakan anak asli tujuh suku Kabupaten Teluk Bintuni dari Suku Wamesa.
“Kami datang bukan untuk menciptakan perpecahan, melainkan untuk memohon perhatian, kebijaksanaan, dan sikap lembaga adat terhadap persoalan yang sedang terjadi dan menyangkut saudara kami, almarhum Yanto Idorway,” kata Ali Akbar dalam penyampaian aspirasinya.
Ia menilai LMA 7 Suku memiliki kedudukan penting dalam menjunjung nilai adat, persaudaraan, keadilan dan kehormatan, termasuk menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.
Salah satu aspirasi yang disampaikan yakni meminta LMA 7 Suku melakukan komunikasi dan menyurati lembaga-lembaga adat atau LMA suku-suku yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni.
Hal itu dimaksudkan agar persoalan yang berkaitan dengan almarhum Yanto Idorway dapat disikapi secara bersama-sama dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan sebagai sesama anak adat Kabupaten Teluk Bintuni.
Baca juga: Sekda Pegunungan Arfak Sambut Kehadiran Kepala LAN RI di Papua Barat
Akbar berharap persoalan tersebut diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah dengan tetap menghormati nilai-nilai adat serta hukum yang berlaku.
Selain itu, massa aksi meminta Ketua LMA 7 Suku menyurati Bupati Teluk Bintuni dan Ketua DPRK Teluk Bintuni.
Menurut massa aksi, langkah tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat adat tujuh suku agar pemerintah daerah dan DPRK turut memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
“Kami memohon agar pemerintah daerah dan DPRK dapat memberikan perhatian serta menyikapi persoalan yang terjadi terhadap saudara kami, almarhum Yanto Idorway, karena yang bersangkutan merupakan anak asli 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni dari Suku Wamesa,” ujar Ali Akbar.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berakhir dalam situasi aman dan kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian. (*)