BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Siswa-siswi di SMAN 7 Banjarmasin mendapatkan berbagai edukasi yang penting dan menarik, melalui kegiatan Jaksa IKA Masuk Sekolah (JAKI) yang digelar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, Jumat (28/8/2026).
Acara berlangsung interaktif di mana siswa yang hadir tak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif mengajukan dan menjawab pertanyaan dari para narasumber.
Salah satu sesi yang turut diikuti peserta didik adalah games di mana masing-masing individu menemukan pasangan yang bisa memberikan semangat dan motivasi.
Dalam kesempatan itu, Ketua IKA Unair Kalsel, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi berpasangan dengan salah seorang siswi SMAN 7.
Baca juga: Mahasiswa BBK Internasional UNAIR Edukasi Anak Malaysia Lewat "Misi Anak Hebat"
Di antara pemateri yang hadir, ada Kasi Penerangan Hukum Kejati Kalsel, Yuni Priyono. Ia menuturkan rasa senang atas antusiasme para pelajar selama kegiatan digelar.
Dikatakannya, penyuluhan tidak berjalan satu arah. Para siswa terlibat aktif dalam sesi dialog dan mampu merespons pertanyaan yang diberikan.
"Saya lihat tadi adik-adik juga antusias. Jadi ada terjadi dialog atau timbal balik dari mereka," kata Yuni.
Ia menilai edukasi hukum sejak dini menjadi bagian penting dari langkah pencegahan. Penegakan hukum, menurutnya, tidak hanya dilakukan melalui tindakan represif setelah terjadi pelanggaran.
Menurutnya penegakan hukum itu tidak hanya bersifat represif saja, tetapi sebenarnya bisa dilakukan dengan langkah-langkah preventif.
Melalui pemahaman sejak dini, siswa diharapkan mampu mengenali persoalan hukum dan menghindari tindakan yang dapat membawa mereka ke proses hukum, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Tak hanya perkara hukum, materi yang disampaikan dalam JAKI tersebut mencakup pencegahan perundungan atau bullying, hingga kesehatan mental.
Ketua IKA Unair Kalsel, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi bagi pelajar. Para siswa kata dia juga mendapatkan materi kesehatan mental.
Psikolog memberikan edukasi mengenai psychological first aid atau pertolongan pertama psikologis.
Materi tersebut membahas langkah awal dalam menghadapi seseorang yang mengalami kecemasan, gangguan psikologis, hingga kondisi depresi.
Ellyana mengatakan antusiasme siswa terlihat dari respons dan jawaban mereka selama sesi berlangsung.
"Alhamdulillah hari ini semua anak-anak kita lihat antusias, dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kami," ucapnya.
Ia berharap, program JAKI Masuk Sekolah tidak berhenti di SMAN 7 Banjarmasin, tetapi dapat dilanjutkan ke sekolah-sekolah lainnya di Kalsel.
Kepala SMAN 7 Banjarmasin Arjudin menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap edukasi hukum dan kesehatan mental bagi pelajar menjadi pengalaman penting bagi siswa.
Dalam kesempatan yang sama, SMAN 7 Banjarmasin juga meluncurkan Klub Jantung Sehat Remaja (KJSR).
Arjudin menyebut program tersebut menjadi yang pertama dilaksanakan di tingkat SMA di Kalsel.
"Kami sangat berterima kasih dan bersyukur kegiatan ini dapat dilaksanakan di SMA Negeri 7 Banjarmasin," ungkapnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)