BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Olahraga gateball mulai dikembangkan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Meski tergolong olahraga baru bagi sebagian masyarakat, aktivitas latihan gateball mulai mendapat antusiasme dari warga, baik usia produktif maupun usia 50 tahun ke atas.
Aktivitas olahraga tersebut terlihat di kawasan Rantau Baru, Kabupaten Tapin, Kamis (27/8/2026).
Wakil Ketua Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Kabupaten Tapin, Dedi Hermadi, mengatakan Pergatsi Tapin terbentuk pada Desember 2025. Namun, kegiatan latihan secara aktif baru dimulai pada Juni 2026.
"Kalau terbentuknya pada Desember 2025, tapi kami mulai berkegiatan pada Juni 2026," ujar Dedi.
Baca juga: Karhutla Merambah Lahan Cabai Hiyung di Sungai Rutas Tapin, 3 Hektare Terbakar
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap olahraga gateball cukup baik. Saat ini, Pergatsi Tapin telah memiliki sekitar 25 anggota.
Olahraga gateball sendiri merupakan permainan yang menggunakan stik untuk memukul bola berukuran lebih besar dibandingkan bola tenis.
Permainan dilakukan di lapangan dengan sejumlah gawang kecil yang menjadi sasaran bola.
Gateball sekilas memiliki kemiripan dengan golf karena menggunakan stik dan bola, namun permainan ini juga membutuhkan strategi serta ketepatan seperti dalam permainan biliar dan catur.
Dedi menjelaskan, salah satu aturan dalam permainan gateball adalah bola harus melewati garis tertentu dengan lebih dari 50 persen bagian bola untuk dinyatakan masuk.
"Kalau bola lebih dari 50 persen, baru dihitung masuk," jelasnya.
Untuk lapangan, ukuran yang digunakan Pergatsi Tapin saat ini sudah menyesuaikan ukuran standar, yakni sekitar 15 x 20 meter.
Namun, dari sisi kelayakan, lapangan yang digunakan masih belum memenuhi standar karena belum menggunakan rumput.
"Kalau ukurannya sudah standar, 15 x 20 meter. Tapi untuk kelayakan lapangannya belum standar karena belum menggunakan rumput," katanya.
Pergatsi Tapin juga terus melakukan komunikasi dan berbagi pengalaman dengan daerah lain yang lebih dahulu mengembangkan gateball.
Salah satunya dengan Pergatsi Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang dinilai telah memiliki pengalaman lebih banyak hingga tingkat nasional.
Dedi mengatakan, pihaknya berencana mengunjungi Batola pada Sabtu untuk melakukan sparing sekaligus bertukar pengalaman mengenai teknik permainan gateball.
"Kami Insya Allah hari Sabtu mau ke Batola. Kami sparing sekaligus sharing teknik-teknik gateball bersama teman-teman di sana," ujarnya.
Sebelumnya, Pergatsi Batola juga hadir ketika kegiatan awal atau launching gateball di Tapin.
Bahkan, pada pekan sebelumnya, Pergatsi Kabupaten Banjar turut berkunjung ke Tapin untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
"Kami baru terbentuk dan masih belajar. Mereka datang ke sini untuk sharing ilmu dan pengalaman kepada kami," ungkap Dedi.
Selain pembinaan atlet, Pergatsi Tapin kini juga berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana.
Pihaknya berharap mendapat dukungan pemerintah daerah untuk memperbaiki lapangan yang digunakan sebagai tempat latihan.
Menurut Dedi, pembenahan lapangan menjadi penting karena ke depan Pergatsi Tapin ingin lebih banyak menggelar kegiatan dan mengundang tim dari kabupaten tetangga.
"Kalau infrastrukturnya kami mencanangkan meminta bantuan untuk perbaikan lapangan.
Mudah-mudahan nanti kami bisa menyediakan lapangan yang lebih layak sehingga bisa mengundang kabupaten tetangga ke sini," katanya.
Ia menambahkan, pembinaan gateball juga diarahkan untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kegiatan olahraga rekreasi masyarakat.
Pergatsi Tapin berharap dukungan pemerintah daerah dapat membantu proses pembinaan sehingga ke depan lahir atlet-atlet gateball yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tapin.
"Harapannya semoga kami didukung pemerintah. Dengan dukungan itu kami bisa mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk membawa nama Tapin ke depannya," pungkas Dedi. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)