Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mendorong pencak silat menjadi muatan lokal (mulok) yang wajib diajarkan di setiap sekolah di Banten.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya berkaitan dengan olahraga dan prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.
Hal itu disampaikan Dimyati usai menghadiri Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Indonesia Pencak Silat Banten Championship 2026 di GOR Gedung Gelanggang Remaja Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, Banten.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dimulai 28-30 Agustus 2026.
Baca juga: Pemkot Tangsel Anggarkan Rp5,04 Miliar untuk BPJS Pekerja Rentan, Target 45 Ribu Peserta pada 2029
"Saya juga sudah menekankan agar di setiap sekolah-sekolah diajarkan mulok pencak silat, itu wajib, harus," kata Dimyati, Jumat (28/8/2026).
Dimyati mengatakan pencak silat perlu diperkenalkan sejak dini untuk membentuk keberanian dan mental anak-anak.
Ia berharap generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat.
"Kenapa wajib? Karena saya ingin anak-anak kita itu bukan anak-anak yang cemen, anak-anak yang lemah, anak-anak yang penakut, tapi saya ingin anak-anak kita anak-anak yang berani dan membela kebenaran dan melawan yang batil. Kalau dia bisa silat, dia akan menjadi orang yang berani dan sukses," ujarnya.
Dimyati mengapresiasi penyelenggaraan Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Indonesia Pencak Silat Banten Championship 2026.
Ia menambahkan semakin banyak festival dan kejuaraan digelar, semakin besar peluang untuk menemukan bibit-bibit atlet unggulan.
"Kalau kita ingin banyak mendapatkan atlet-atlet unggul ya perbanyak festival. Yang kedua adalah banyakin latihan. Yang ketiga adalah tingkatkan ilmu dan strategi. Yang keempat punya ilmu-ilmu baru, itu yang harus dilakukan oleh pencak silat," jelas Dimyati.
Dimyati berharap kejuaraan tersebut dapat mendorong peningkatan prestasi pencak silat Banten, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Pencak Silat Banten Championship Tingkat Nasional 2026, I Kadek Dwi Kamajaya, mengatakan kejuaraan tersebut diikuti sekitar 1.200 peserta dari 15 provinsi dengan jumlah sekitar 104 kontingen.
Ia menyampaikan kejuaraan tersebut menjadi wadah bagi para atlet untuk mengevaluasi hasil latihan sekaligus meningkatkan jam terbang dan pengalaman bertanding.
"Tujuannya tiada lain tentunya memfasilitasi sebagai wadah para atlet-atlet kita untuk mengevaluasi latihan mereka, sehingga menjadi jam terbang, pengalaman-pengalaman, membentuk kekuatan mental mereka di masa yang akan datang," kata Kadek.
Kadek menjelaskan sejumlah peserta merupakan atlet binaan provinsi yang menjadikan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON.
Kompetisi ini menjadi ajang uji coba untuk mempertajam teknik dan strategi bertanding.
Kadek juga mendukung dorongan agar pencak silat diperkuat melalui pendidikan di sekolah.
Menurutnya, pencak silat merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
"Apa yang disampaikan beliau (Wagub Banten) itu tentu merupakan harapan kita semua, tentunya insan pencak silat di Provinsi Banten ini dan seluruh Indonesia bahwa pencak silat ini adalah tonggak atau pembentukan karakter bagi generasi muda kita," ujarnya.
Ia menambahkan pencak silat merupakan warisan luhur budaya bangsa yang harus dilestarikan. Terlebih, pencak silat telah diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO.